Ratusan Pelajar Meriahkan Peresmian Nama Stadion Moch Soebroto

287
KOLOSAL: Ratusan pelajar SMA dan SMK Kota Magelang membawakan tari Rampak Klinting dalam peresmian nama Stadion dr H Moch Soebroto yang sebelumnya dikenal sebagai Stadion Madya Magelang, Selasa (24/2). (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
KOLOSAL: Ratusan pelajar SMA dan SMK Kota Magelang membawakan tari Rampak Klinting dalam peresmian nama Stadion dr H Moch Soebroto yang sebelumnya dikenal sebagai Stadion Madya Magelang, Selasa (24/2). (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
KOLOSAL: Ratusan pelajar SMA dan SMK Kota Magelang membawakan tari Rampak Klinting dalam peresmian nama Stadion dr H Moch Soebroto yang sebelumnya dikenal sebagai Stadion Madya Magelang, Selasa (24/2). (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)

MAGELANG–Peresmian Stadion dr H Moch Soebroto yang sebelumnya bernama Stadion Madya, kemarin, berlangsung meriah.
Rombongan Wali Kota Sigit Widyonindito, Wakil Wali Kota Joko Prasetyo bersama Forum Pimpinan Daerah (Forpimda), disambut tarian Topeng Ireng. Tarian tersebut dibawakan oleh 300 siswa-siswi SMA maupun SMK se-Kota Magelang. Kemeriahan semakin terasa, saat musik angklung dibunyikan grup Sang Calung. Kelompok musik ini membawakan lagu-lagu Nusantara.

Acara dilanjutkan dengan pertandingan antara mantan pemain Tidar Sakti Galatama melawan kesebelasan Pemkot yang dikapteni Asisten II Sumartono. Karena pemainnya rata-rata sudah berumur, maka tawa penonton pun tak terbendung. Toh, mereka tetap antusias berlaga di lapangan hijau yang berlokasi di Kampung Sanden, Kecamatan Magelang Utara.

Sebelum peresmian, tarian kolosal Rampak Klinting ciptaan Nirmala Candrawati, juga ditampilkan. Bunyi krincingan yang cukup keras, makin menambah semaraknyaacara.

“Persiapan kami hanya 4 hari,” kata Nirmala yang juga mengajar seni tari di SMA Negeri 2 Kota Magelang. Sarjana Seni Tari ISI Jogjakarta ini mengatakan, para penari merupakan gabungan dari 11 SMA dan SMK di Kota Magelang. Jumlahnya ada 300 pelajar.

Wali Kota Sigit Widyonindito tampak mengagumi penampilan para pelajar. Menurut Sigit, tarian tradisional seperti itu, harus dipertahankan dan kerap ditampilkan. Tujuannya, agar budaya tetap lestari.
Terkait stadion, Wali Kota Sigit menyampaikan, pada tahun anggaran 2014, merupakan tahap pembangunan keenam.

“Program dan kegiatan yang dilaksanakan pada tahun anggaran 2014 sebanyak 188 program. Terdiri atas 2.932 kegiatan, dengan anggaran sebesar Rp 402.471.574.000,” katanya.

Rinciannya, fisik konstruksi sebanyak 298 kegiatan, dengan dana Rp 50.659.104.000. Termasuk di dalamnya pembangunan stadion hingga tahap keenam.

Sedangkan kegiatan fisik non-konstruksi sebanyak 2.634 kegiatan, dengan dana Rp 351.812.470.000. “Stadion ini resmi diberi nama Stadion dr H Moch Soebroto,” ucapnya. Pemilihan nama tersebut, sebagai bentuk penghargaan untuk mengenang jasa mantan wali kota yang pernah menjabat pada periode 1971-1981.

Menurut Sigit, Moch Soebroto sangat menginspirasi, karena mampu membangkitkan dunia olahraga di Kota Magelang makin menggeliat. Seperti bulutangkis, tenis, dan sepak bola.
“Semoga setelah berganti nama, maka semakin banyak bermunculan pemain-pemain sepak bola yang andal,” pungkasnya. (put/isk)