PENGUKUHAN : Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mengukuhkan pengurus BPD GINSI Jateng masa bhakti 2014 – 2019, kemarin (24/2). (RICKY FITRIYANTO/RADAR SEMARANG)
PENGUKUHAN : Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mengukuhkan pengurus BPD GINSI Jateng masa bhakti 2014 – 2019, kemarin (24/2). (RICKY FITRIYANTO/RADAR SEMARANG)
PENGUKUHAN : Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mengukuhkan pengurus BPD GINSI Jateng masa bhakti 2014 – 2019, kemarin (24/2). (RICKY FITRIYANTO/RADAR SEMARANG)

SEMARANG–Pemerintah belum lama ini mengeluarkan larangan impor terhadap barang-barang tertentu. Hal ini didukung oleh Badan Pengurus Daerah (BPD) Gabungan Importir Nasional Seluruh Indonesia (GINSI) Jawa Tengah yang turut mengawasi peredarannya.

“Kami bermitra dengan pemerintah. Salah satunya apabila ada larangan-larangan barang yang masuk, kami akan berkoordinasi dan tentunya turut mengawasi,” ujar Ketua Umum BPD GINSI Jateng, Budiatmoko di sela Pengukuhan BPD GINSI Jateng masa bhakti 2014 – 2019, kemarin (24/2).

Ia mencontohkan larangan impor baju-baju bekas beberapa waktu lalu. Ia mengklaim, barang-barang impor yang beredar di Jawa Tengah tersebut, tidak masuk melalui importer yang tergabung dalam GINSI Jawa Tengah. “Itu masuk melalui Sumatra dan sampai di Jawa Tengah melalui jalur darat, bukan melalui pelabuhan,” ujarnya.

Sejauh ini, ucapnya, barang-barang impor yang masuk didominasi oleh bahan baku untuk produksi dengan tujuan ekspor. Seperti bahan baku tekstil dan biji plastik. Dengan volume per hari secara keseluruhan bisa mencapai 500 Teus.
“Untuk 2015 sendiri, kami yakin prospeknya akan lebih bagus,” ujarnya.

Mengingat berbagai potensi Jawa Tengah yang dinilai cukup menarik bagi investor. Sejumlah perusahaan baru yang akan masuk ini juga akan berpengaruh pada peningkatan impor bahan baku. “Jateng berpotensi menampung relokasi industri dari Jabodetabek, yang artinya juga berpeluang meningkatkan volume ekspor impor Jateng,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, potensi pariwisata Jawa Tengah juga cukup baik. Dimana provinsi ini memiliki sejumlah kota budaya dengan situs budaya yang mendunia. Hal ini juga dinilai potensial untuk meningkatkan ekspor impor.

“Karena itu, kami akan menguatkan internal sesama anggota GINSI serta menggandeng pihak-pihak yang terkait untuk mengoptimalkan potensi-potensi tersebut,” ujarnya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam kesempatan yang sama menyatakan akan memfasilitasi para importer khususnya dalam meningkatkan perekonomian Jawa Tengah, terlebih dalam menyongsong MEA mendatang. (dna/ida)