Bupati Desak Pinako Perbaiki IPAL

125

UNGARAN-Bupati Semarang, Mundjirin meminta agar pabrik yang limbahnya menganggu segera melakukan perbaikan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Salah satunya adalah pabrik pengolahan kayu dan mabel, PT Pinako Rotary Permai di Jalan Candirejo-Wonorejo, Kecamatan Pringapus, yang diprotes warga karena mencemari udara dan air.

“Dulu permasalahan ini (pencemaran lingkungan PT Pinako, red) sudah pernah dilaporkan masyarakat. Lalu ada perbaikan, tapi sekarang kok muncul lagi permasalahan tersebut. Sebenarnya kami memang ingin memasukkan industri ke sini, tapi jangan sampai industri merusak lingkungan. Semestinya Pinako harus memperbaiki IPAL-nya,” kata Bupati Semarang, Mundjirin, kemarin.

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Semarang, Moh Nafis mendesak Pemkab Semarang terutama Badan Lingkungan Hidup (BLH) untuk segera menindaklanjuti keluhan warga Desa Wonorejo Pringapus. Sebab, jika dibiarkan akan mengganggu kesehatan warga dan merusak kondisi tanah di sekitar pabrik.

“BLH harus segera bertindak paling tidak mengecek lokasi dan melakukan kajian dan pengecekan seberapa parah pecemarannya. Semestinya, pabrik itu memasang alat sentrifugal untuk memisahkan partikel debu dan asap agar tidak mencemari udara. Kalau seluruh treatment pengolahan limbah dijalankan, tentu tidak akan mencemari lingkungan,” kata Nafis, Selasa (24/2) kemarin.

Terkait upaya Pinako mengurangi pencemaran dengan memindah cerobong, hal itu tidak menyelesaikan masalah. Sebab pencemaran udara tetap ada, hanya akan bergeser lokasinya saja. Semestinya harus mengolah limbahnya dengan baik. “Pemerintah harus tegas dan mengawasi lebih ketat sehingga kasus pencemaran tidak sampai terulang lagi,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, PT Pinako Rotary Permai diprotes warga dan SDN Wonorejo 04, sebab limbahnya mencemari lingkungan. Upaya pemindahan cerobong asap juga tidak mengurangi pencemaran udara yang menyerang ratusan siswa di sekolah tersebut. Saat ini, permukiman warga di sekitar pabrik dirugikan karena udaranya tercemar asap dan debu. (tyo/ida)