Pemain Basket Tak Harus Tinggi

465
BERI MOTIVASI: Asisten pelatih Sahabat Wisma Sehati Jap Ricky Lesmana memberikan bola basket kepada guru olahraga SMPN 4 Semarang Eko Prasetyo didampingi para pemain Sahabat Wisma Sehati, dalam roadshow IndiHome NBL Indonesia dan IndiHome WNBL 2014-2015 kemarin. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
BERI MOTIVASI: Asisten pelatih Sahabat Wisma Sehati Jap Ricky Lesmana memberikan bola basket kepada guru olahraga SMPN 4 Semarang Eko Prasetyo didampingi para pemain Sahabat Wisma Sehati, dalam roadshow IndiHome NBL Indonesia dan IndiHome WNBL 2014-2015 kemarin. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)
BERI MOTIVASI: Asisten pelatih Sahabat Wisma Sehati Jap Ricky Lesmana memberikan bola basket kepada guru olahraga SMPN 4 Semarang Eko Prasetyo didampingi para pemain Sahabat Wisma Sehati, dalam roadshow IndiHome NBL Indonesia dan IndiHome WNBL 2014-2015 kemarin. (NURCHAMIM/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Tinggi badan rata-rata orang Indonesia memang kurang ideal untuk menjadi pemain basket profesional. Namun pemain andalan klub Sahabat Wisma Sehati Nur Rahmawati membuktikan bahwa untuk jadi pemain basket berprestasi tak harus menjulang tinggi. Nur yang bertinggi “hanya” 165 cm, kini bahkan menjadi salah satu pilar Tim Nasional Basket Putri Indonesia.

Nur Rahmawati sengaja didatangkan oleh kru National Basketball League (NBL) dan Women National Basketball League (WNBL) untuk memberikan motivasi pada para siswa dan siswi SMP Negeri 4 Semarang kemarin, dalam roadshow seri VII IndiHome NBL Indonesia dan Seri IV IndiHome WNBL 2014-2015 yang akan digeber di GOR Sahabat 4-8 Maret 2015.

“Kebetulan saya sejak SMP mulai menekuni basket, awalnya memang dari ekstra kulikuler sekolah. Siapa bilang pemain basket harus tinggi? Yang kecil seperti saya juga bisa berprestasi,” tegas pemain berposisi point guard tersebut.

Event bergengsi ini tampaknya memang sudah ditunggu-tunggu kehadirannya oleh pecinta basket di Kota Semarang. Terlihat dalam roadshow hari pertama yang digelar di SMPN 4 Semarang, kemarin, antusiasme terlihat ketika kru IndiHome NBL Indonesia dan IndiHome WNBL 2014-2015 mengunjungi sekolah yang terkenal dengan prestasi sepak bola-nya itu.

Keseruan roadshow terlihat ketika Nur Rahmawati dan bintang-bintang lain klub WNBL kebanggaan Semarang, Sahabat Wisma Sehati, hadir langsung dalam acara yang digelar di aula SMPN 4 Semarang. Siswa dan siswi SMPN 4 Semarang langsung heboh.

Beberapa punggawa runner-up WNBL musim lalu itu yang hadir dalam roadshow kemarin adalah Chelly Narcelina, Benina Swastika, Amin Fatmala, Chaeranny, Nur Rahmawati didampingi asisten pelatih Jap, Ricky Lesmana.

Dalam kesempatan istimewa tersebut, para pemain Sahabat berbagi cerita dalam menapaki karir sebagai pemain basket hingga sekarang menjadi pebasket profesional di Indonesia. “Awalnya saya sempat minder karena saya di Jogja berasal dari sekolah yang prestasi basketnya biasa saja. Namun karena kerja keras tim, sekolah saya dulu berhasil juara DBL. Nah sejak saat itu saya mulai menekuni basket,” kata small forward Sahabat asal Jogjakarta, Amin Fatmala.

Wakil Kepala Sekolah SMPN 4 Semarang, Djoko Tri Wahyono ditemui di sela-sela roadshow kemarin mengharap, kehadiran dua kompetisi basket terbesar di Indonesia itu diharapkan bisa memberikan motivasi terhadap pertumbuhan olahraga Basket di Kota Semarang. “Khususnya untuk SMPN 4, ke depan kami harap bisa lebih memotivasi anak-anak agar lebih bisa berprestasi lagi di cabang olahraga basket. Syukur-syukur bisa go nasional atau bahkan internasional,” terang Djoko kemarin.

Setelah menjalani roadshow pertama mereka di SMPN 4 Semarang, hari ini giliran SMA Kristen Tri Tunggal Semarang yang akan kedatangan tim IndiHome NBL Indonesia dan IndiHome WNBL 2014-2015. (bas/smu)