Lolos Hukuman Pancung, Satinah Stroke

146

UNGARAN-Setelah lolos dari hukuman pancung, Satinah, Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Desa Kalisidi, Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, justru kini sakit stroke di dalam penjara Al Ghaseem, Saudi Arabia. Kabar tersebut membuat keluarga Satinah di Desa Kalisidi, Ungaran terkejut dan sangat terpukul.

“Kabar Satinah kena Stroke disampaikan staf Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) yang datang ke rumah kami, Jumat (20/2) lalu. Jadi Satinah sudah empat hari sakit gejala stroke,” kata kakak Ipar Satinah, Sulastri, Senin (23/2) kemarin.
Sulastri mengaku sangat kaget mendengar kabar tersebut. Bahkan menurut Sulastri, anak Satinah bernama Nur Afriana sangat terpukul. Sebab seminggu lalu, Satinah sempat meneleponnya jika kondisinya sekarang ini baik-baik saja.

“Sekitar seminggu lalu, telepon mengabarkan kondisinya baik-baik saja. Tiba-tiba ada kabar Satinah sakit stroke. Bisa jadi karena terlalu memikirkan masalahnya dan tidak kunjung dipulangkan, sehingga jadi seperti itu,” imbuhnya.

Menurut Sulastri, staf Kemenlu saat datang mengabarkan Satinah sakit, juga meminta Nur Afriana menulis surat untuk ibunya. Tujuannya agar Satinah menjadi lebih baik setelah membaca surat dari anaknya tersebut. Dalam surat tersebut berisi tentang menguatkan hati ibunya dan mendoakan kebebasan dan kesembuhan ibunya. (tyo/ida)