MUDAH DIBAWA: Laptop touch screen yang mulai booming di pasar gadget di Kota Magelang. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
MUDAH DIBAWA: Laptop touch screen yang mulai booming di pasar gadget di Kota Magelang. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
MUDAH DIBAWA: Laptop touch screen yang mulai booming di pasar gadget di Kota Magelang. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)

MAGELANG–Laptop touch screen mulai menggeser tren tablet dan netbook. Ini tampak di pasar gadget di Kota Magelang. Laptop jenis ini mulai banyak dicari para pengguna gadget.

“Pada 2014 lalu, laptop touch screen modelnya masih menyatu antara keyboard dengan layarnya. Kalau keluaran terbaru ini, dock-nya bisa dilepas,” kata penjaga toko Top Computer Kota Magelang, Bragas Prio Utomo, kemarin. Sebut dia, lappi—sebutan untuk laptop touch screen– dikeluarkan oleh Samsung dan Asus.

Pria 27 tahun itu mengatakan, modifikasi baru membuat liquid crystal display (LCD) laptop lebih berat ketimbang keyboard-nya. Sebab, mesin-mesinnya terletak di belakang layar. Benda yang ngetren dengan istilah lappi tersebut, bisa difungsikan sebagai tablet saja, dengan memisahkan keyboard-nya.

“Keunggulannya cukup banyak, lebih praktis karena mudah dibawa dan tidak membutuhkan tas yang besar untuk menyimpan, karena ukuran layarnya hanya 10-11,6 inci. Bisa dibawa layarnya saja sebagai tablet,” kata Bragas yang menyebut bahwa peminat jenis gadget ini kebanyakan pelajar dan mahasiswa.

Selain itu, kata dia, tidak ada kerusakan pada kabel fleksi yang bisa menyebabkan gambar tampilan kurang tajam atau menghilang sebagian. Sebab lappi terintegrasi dengan konektor. Selain keyboard bisa di pasang, juga bisa dikendalikan dari jarak jauh. Hal itu bisa dilakukan dengan menggunakan Bluetooth eksternal agar bisa terkoneksi.

“Itu alternatif jika ingin menggunakan keyboard namun dock-nya dilepas,” ucap warga Bojong Barat, Kelurahan Jurangombo Selatan, Kecamatan Magelang itu.

Persaingan juga tampak pada produk HP yang dengan modifikasi lappi yang bisa diputar hingga 360 derajat. Peminatnya cukup banyak. Utamanya, segmen perkantoran dan pengusaha.

“Keunggulannya bisa di putar 360 derajat. Jadi memudahkan untuk presentasi. Tapi ada kelemahannya, karena casing-nya terbuat dari aluminium jadi bisa nyetrum.”

Hingga saat ini, kedua jenis lappi tersebut, sedang booming. Dari segi penjualan, masih menguasai 50 persen. Kendala penjualan, ada pada harga. Sebab untuk mendapatkan satu unit lappi, bisa selisih 1-2 jutaan dari merek dan inci yang sama, namun model yang lama. (put/isk)