FERRY WAWAN CAHYONO. (DOK)
FERRY WAWAN CAHYONO. (DOK)
FERRY WAWAN CAHYONO. (DOK)

SEMARANG – Setelah dikritisi kinerjanya, DPRD Jateng mulai menggodok lima raperda. Anggota dewan dituntut agar bekerja cepat dalam merampungkan kelima raperda tersebut. Dua raperda dari DPRD Jateng yakni raperda tentang Pengelolaan Energi di Jateng dan raperda tentang Keolahragaan Daerah Provinsi Jateng. Sedangkan tiga lainnya dari Pemprov Jateng yakni raperda Kearsipan di Pemprov Jateng, raperda rencana tata ruang kawasan perkotaan Brebes-Tegal Slawi-Pemalang serta raperda tentang Tanggung Jawab Sosial Perusahaan.

Wakil Ketua DPRD Jateng, Ferry Wawan Cahyono mengatakan, lima raperda sudah dikembalikan ke masing-masing komisi untuk dibahas. Pihaknya menargetkan, agar lima raperda segera diselesaikan dalam waktu secepatnya. ”Saat ini lima raperda sedang digodok dan harus rampung secepatnya,” katanya usai Rapat Paripurna DPRD Jateng, kemarin.

Politisi Golkar ini menambahkan, dengan dimulai pembahasan raperda otomatis dewan harus bekerja keras. Ia pun tidak mempersoalkan jika dewan pembuat raperda kunjungan kerja ke luar provinsi. Sebab, tidak ada larangan kunker untuk pembahasan raperda demi masa depan Jateng. Keputusan ini didapatkan setelah pimpinan DPRD Jateng berkonsultasi langsung ke Kemendagri terkait dengan adanya larangan tersebut. ”Tidak ada larangan kunker ke luar provinsi. Yang penting output yang didapatkan jelas,” imbuhnya.

Dia berharap agar anggota dewan bekerja cepat dan tepat. Pihaknya tidak menarget kapan raperda harus rampung. Tapi melihat banyaknya agenda pembahasan raperda tahun ini, jelas lima raperda harus menjadi prioritas utama. ”Raperda ini harus secepatnya dirampungkan karena demi masa depan di Jateng,” tambahnya.

Wakil Gubernur Jateng, Heru Sudjatmoko mengatakan ada tiga raperda dari eksekutif yang bakal digodok. Yakni raperda tentang Kearsipan di Pemprov Jateng; raperda rencana tata ruang kawasan perkotaan Brebes-Tegal Slawi-Pemalang serta raperda tentang Tanggung Jawab Sosial Perusahaan. ”Raperda ini sebagai upaya bagi kami agar ada payung hukum yang jelas. Ada tiga yang dibahas,” katanya. Ia menambahkan berbagai raperda itu saat ini memang sangat dibutuhkan di Jateng. Contohnya untuk raperda kawasan perkotaan, agar nanti ada penataan kota yang maksimal. (fth/ric/ce1)