Viar Sasar Pecinta Motor Trail

157
BIDIK KALANGAN HOBI : Salah satu produk terbaru Viar dipamerkan dalam perayaan HUT ke 15 Viar Motor Indonesia di Pabrik Viar Kawasan Industri BSB, kemarin. (PRATIDINA/RADAR SEMARANG)
BIDIK KALANGAN HOBI : Salah satu produk terbaru Viar dipamerkan dalam perayaan HUT ke 15 Viar Motor Indonesia  di Pabrik Viar Kawasan Industri BSB, kemarin. (PRATIDINA/RADAR SEMARANG)
BIDIK KALANGAN HOBI : Salah satu produk terbaru Viar dipamerkan dalam perayaan HUT ke 15 Viar Motor Indonesia di Pabrik Viar Kawasan Industri BSB, kemarin. (PRATIDINA/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Pasar motor trail dinilai potensial untuk terus dikembangkan, mengingat cukup banyak penggemar segmen tersebut. Peluang ini ditangkap oleh PT Triangle Motorindo dengan mengeluarkan produk terbaru CrossX 250 cc.

“Kami mengeluarkan CrossX 250 cc, karena melihat peluang yang begitu besar khususnya di segmen hobbies, dan adventure, yang memerlukan produk dengan kemampuan yang lebih tangguh,” ujar Deputy Director-Marketing PT Triangle Motorindo, Akhmad Zafitra Dalie, kemarin (22/2).

Berbeda dengan dua varian sebelumnya, CrossX 150 cc dan Cross X 200 cc yang hanya untuk mereka yang hobi adventure, untuk produk baru ini menyasar pecinta motoross dengan rintangan yang lebih berat. “CrossX 250 cc ini merupakan sepeda motor trail Special Engine (SE), yang memiliki banyak kelebihan dibandingkan generasi sebelumnya. Diantaranya adalah sudah dilengkapi dengan radiator, dengan tipe mesin 4 langkah SOHC dan fitur-fitur unggulan lainnya,” ujarnya.

Dengan berbagai kelebihan tersebut, pihak Viar Motor Indonesia optimistis produk barunya akan laku keras. Dengan target awal 100 unit per bulan, dan dimungkinkan masih akan terus bertambah, melihat banyaknya peminat. “Hari ini saja dalam ajang Viar Fun Adventure yang kita gelar, sudah ada inden 91 unit,” ujarnya.

Produk baru ini, lanjutnya bukan berarti meninggalkan produk unggulannya yang berupa motor tiga roda. Produk unggulan ini dinilai masih tetap laku keras di pasaran, per bulan setidaknya terjual hingga 4.000 unit. “Untuk target penjualan total, tahun ini paling tidak 60 ribu unit, dengan komposisi 80 persen untuk pasar motor roda tiga, dan 20 persen untuk trail dan sepeda motor lainnya,” ujar Akhmad.

Agus Julianto, Plant Manager Viar Indonesia menambahkan produksi Viar mengikuti kebutuhan masyarakat Indonesia mulai dari produk bebek, roda tiga, sport dan matik hingga produk khusus seperti trail.

Dia mengatakan, produk Viar 60 persen sudah menggunakan bahan baku lokal. Namun khusus untuk produk motor trail bahan baku lokal baru mencapai 30 persen. ”Tidak semua bahan baku lokal sesuai, sehingga demi menjaga kualitas bahan baku motor trail tetap mengandalkan impor,” ujarnya. (dna/smu/ric)