SEMARANG – Harapan calon independen untuk mengikuti pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tahun ini sepertinya bakal menemui jalan terjal. Bagaimana tidak, hasil revisi Undang-Undang No 1 tahun 2015 tentang Pilkada mengharuskan calon perseorangan memperoleh dukungan suara lebih besar 3,5 persen dari Pilkada sebelumnya.

”Misalnya pada Pilkada dahulu calon independen cukup memiliki 6,5 persen untuk maju sebagai calon, saat ini bisa mencapai 10 persen. Tergantung jumlah penduduknya,” ungkap Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jateng Joko Purnomo kepada Radar Semarang.

Diketahui, dalam aturan yang lama, batas bawah dukungan yang diperlukan seorang calon independen untuk kabupaten/kota dengan jumlah penduduk sampai dengan 250.000 jiwa harus didukung sekurang-kurangnya 6,5 persen.

Sementara untuk kabupaten/kota dengan jumlah penduduk lebih dari 250.000-500.000 jiwa harus didukung sekurang-kurangnya 5 persen. Untuk kabupaten/kota dengan jumlah penduduk lebih dari 500.000-1.000.000 jiwa harus didukung sekurang-kurangnya 4 persen dan jumlah penduduk lebih dari 1.000.000 jiwa harus didukung sekurang-kurangnya 3 persen. ”Dengan adanya revisi tersebut, akan ada kenaikan antara 6-10 persen,” imbuh Joko.

Atas hal itu, Joko menyatakan akan segera melakukan kordinasi dengan masing-masing KPU kabupaten/kota di Jawa Tengah. Sehingga segera disosialisasikan kepada masyarakat.

Sementara bagi calon independen, dapat segera menyiapkan dukungan lebih besar lagi. Menurutnya, dengan syarat lama saja tidak banyak calon independen muncul. Apalagi jika ditambah 3,5 persen. ”Tentu ini sangat berat,” tandasnya.

Sebelumnya, Calon Wali Kota Independen dari Pekalongan, Sugeng Lumintu, mengaku keberatan atas revisi syarat dukungan yang meningkat 3,5 persen. Menurutnya, jika ditambah lagi 3,5 persen berarti minimal ia harus mengumpulkan 25 ribu dukungan dari jumlah penduduk Kota Pekalongan sebanyak 300 ribu orang. Padahal dari aturan sebelumnya, ia cukup mendapat dukungan minimal 5 persen atau sekitar 15 ribu untuk dapat mencalonkan diri. ”Jumlah itu sangat memberatkan,” katanya.

Kendati demikian, Sugeng mengaku tetap akan maju dalam persaingan Pilkada 2015 ini. Meski ada kemungkinan ia akan dipinang partai politik. ”Tunggu hasil kongres PAN dulu bagaimana. Apakah saya akan tetap maju independen atau melalui partai,” ungkap Sekretaris DPD PAN Pekalongan itu. (fai/ric/ce1)