Pilih Kata dalam Public Speaking

199
Sam Darma Putra Ginting. (DHINAR SAS/RADAR SEMARANG)
Sam Darma Putra Ginting. (DHINAR SAS/RADAR SEMARANG)
Sam Darma Putra Ginting. (DHINAR SAS/RADAR SEMARANG)

BERBICARA di muka umum saat ini telah menjadi kebutuhan semua orang. Hampir di semua profesi dituntut untuk dapat berbicara di depan publik, baik melakukan presentasi, pembawa acara maupun berkomedi. Sebab, tulisan saja tak cukup kuat untuk berkata‐kata, maka kemampuan berbicara atau yang lebih dikenal dengan public speaking menjadi sangat penting. Karena ia dapat menguatkan arti dari sebuah tulisan.

Hal tersebut disampaikan oleh Sam Darma Putra Ginting atau yang lebih dikenal dengan panggilan Sammy, Ketua Komunitas Stand Up Comedy (SUC) Indonesia saat menjadi pembicara tunggal dalam seminar public speaking bertajuk “Act Locally, Think Globally” yang digelar di Balairung Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Jumat (20/2) lalu.

Seminar yang dihelat oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Komunikasi (Fiskom) UKSW ini sengaja menghadirkan Sammy yang notabene adalah seorang comic (sebutan untuk komedian stand up, Red) untuk berbagi tips public speaking yang harus dimiliki.

Dikatakan, secara sederhana, public speaking diartikan sebagai kemampuan berbicara di muka umum. Namun, menurut dia, sebenarnya pengertian public speaking tidak sesederhana itu.

“Istilah kemampuan memiliki banyak makna, karena kemampuan berbicara di muka umum itu mencakup berbagai aspek, bukan hanya sekadar berbicara, tetapi lebih dari itu,” katanya.

Bagi seorang comic, kata dia, kemampuan public speaking sangat membantu dalam hal delivery jokes dan memainkan emosi yang berhubungan dengan joke yang dimainkan.

“Dalam sebuah stand up comedy, penting bagi seorang comic untuk menyampaikan materinya secara jelas. Hal ini dimaksudkan agar pesan yang ingin disampaikan melalui materi-materi lawakan itu bisa sampai ke penonton,” ujar pemilik akun @notaslimboy ini.

Pria bertubuh tambun lulusan Informatika ITB ini mencontohkan, sebagai studi kasus di Indonesia, kemampuan public speaking sebagian stand up comedian dipelajari secara otodidak. Ada di antara mereka yang sudah terbiasa ngocol (melawak) di lingkungan pergaulan atau tongkrongan, sudah terbiasa menceritakan berbagai macam cerita lucu dalam pergaulan, hingga sudah memiliki modal ngocol untuk menjadi stand up comedian.

Ketua panitia acara, Nikky Aprilia, mengatakan, seminar public speaking ini diadakan untuk memfasilitasi aspirasi mahasiswa mengenai kebutuhan soft skill mahasiswa yang perlu dikembangkan.

“Kami berharap melalui seminar ini peserta memperoleh bekal public speaking dan dapat diaplikasikan dalam perkuliahan,” harapnya.(sas/aro)