(RICKY FITRIYANTO/RADAR SEMARANG)
(RICKY FITRIYANTO/RADAR SEMARANG)
(RICKY FITRIYANTO/RADAR SEMARANG)
BANGGAKAN ALMAMATER: Anindya Kusuma Putri saat dipotret di kantor Radar Semarang beberapa waktu lalu, dan foto di ijazah SMA 1 Semarang. (RICKY FITRIYANTO/EKO WB /RADAR SEMARANG)
BANGGAKAN ALMAMATER: Anindya Kusuma Putri saat dipotret di kantor Radar Semarang beberapa waktu lalu, dan foto di ijazah SMA 1 Semarang. (RICKY FITRIYANTO/EKO WB /RADAR SEMARANG)

Masa kecil Anindya Kusuma Putri hingga berhasil menjadi Puteri Indonesia 2015 memang menarik untuk diketahui. Maklum, pemilik lesung pipit yang akrab disapa Anin ini sebelumnya dikenal sebagai gadis tomboi.

EKO WAHYU BUDIYANTO, Mugassari

SETELAH menelusuri sekolah Anin di SD Pedurungan Tengah 2 dan SMP Negeri 9 Semarang, Sabtu (21/2) lalu, Radar Semarang mendatangi SMA Negeri 1 Semarang. Di salah satu tembok bangunan sekolah itu terpampang MMT berisi permintaan dukungan terhadap Anin yang mengikuti final Pemilihan Puteri Indonesia 2015. Maklum saja, Anin memang alumnus sekolah di kawasan Jalan Taman Menteri Supeno ini. Anin menimba ilmu di sekolah ini mulai 2007 hingga 2010.

Sulistyoso, mantan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan mengaku, sejak masuk SMAN 1 Semarang, gadis bertinggi badan 176 cm itu sudah menunjukkan beberapa bakatnya, terutama di bidang olahraga. Sejumlah kejuaraan basket dan bulu tangkis pernah disabet Anin.

”Dia (Anin) pernah juara ajang 3 on 3 basket se-Kota Semarang. Selain basket, olahraga lain yang menjadi kesukaan Anin adalah bulu tangkis,” ujar Sulistyoso kepada Radar Semarang.

Meski belum pernah menyabet juara, menurut Sulistyoso, Anin merupakan anak yang gigih untuk berlatih, dan memang seorang pribadi yang tidak gampang menyerah.

”Dia anaknya periang dan sopan. Kalau bertemu guru selalu cium tangan dan tersenyum. Saya kenal dekat dengan Anin, karena saya dulu pembina OSIS, kebetulan dia dulu pengurus OSIS,” katanya.

Dikatakan, Anin lulus dari SMAN 1 pada 2010. Gadis yang lahir dari pasangan Ismoyo Dwi Djantoro dan Retno Djumenut tersebut merupakan gadis yang multitalenta. Prestasi lain yang pernah diraih Anin, menurut Sulistyoso, pernah meraih juara I pemilihan gadis sampul sebuah majalah nasional.

Kepala SMAN 1 Semarang, Kastri Wahyuni, mengaku bangga alumnus sekolahnya bisa terpilih menjadi Puteri Indonesia 2015. Dikatakan, jika sekolah yang dipimpinnya selain fokus ke prestasi akademis, juga memberikan pembekalan kemampuan nonakademis melalui kegiatan ekstrakurikuler.

”Anin merupakan siswa yang berprestasi di bidang nonakademik. Meski begitu bukan berarti jalur akademiknya tidak bagus. Kita bangga dengan terpilihnya Anin sebagai Puteri Indonesia,” ujarnya.

Dikatakan Kastri, pihaknya akan melakukan penjamuan khusus di sekolah jika Anin ingin berkunjung ke sekolah yang mendidiknya hingga seperti sekarang ini.

”Pasti akan kita persiapkan secara khusus kalau dia (Anin) ingin berkunjung ke sini (SMAN 1). Nantinya akan kita buatkan acara yang meriah agar bisa memberikan motivasi dan berbagi pengalaman kepada adik-adik kelasnya,” ujar Kastri.

Terpisah, Rektor Universitas Diponegoro (Undip), Sudharto P Hadi juga mengaku bangga dengan terpilihnya Anin sebagai Puteri Indonesia 2015. Ia berharap nantinya juga akan membawa nama Indonesia ke kancah internasional di ajang Miss Universe 2015.

”Rasanya haru, bangga luar biasa, campur aduk jadi satu saat saya menyaksikan Anin disematkan mahkota Puteri Indonesia di kepalanya. Kebetulan saya menyaksikan dari awal sampai akhir di televisi,” ujar Sudharto P Hadi saat dihubungi Radar Semarang kemarin.

Sudharto mengaku sempat berjumpa dengan mahasiswi Teknik Planologi Undip itu saat menjadi Vice President Association Internationale des Estudiants Economiques et Commerciales (AIESEC) Local Undip beberapa waktu lalu. ”Saat itu, dia (Anin) menyampaikan beberapa programnya ke saya, terlihat memang kepiawaian komunikasi, kecantikan, dan gaya bicaranya sangat menonjol,” puji Sudharto.

Saat bertemu itu, Sudharto memaklumi kalau Anin memiliki kemampuan komunikasi yang baik, karena dia seorang Vice President AIESEC. Namun, Guru Besar Lingkungan Hidup itu tidak menyangka kalau kekuatan komunikasinya itu ternyata bisa membawanya terpilih sebagai Puteri Indonesia.

”Insya Allah dia akan bisa membanggakan Indonesia di ajang international nanti. Pengalamannya di AIESEC akan sangat membantunya, di situ dia sering berinteraksi dengan dunia luar, dan mempromosikan Indonesia di luar negeri,” kata Sudharto optimistis. (*/aro/ce1)