Gunung Prau Ditutup, Omset Pengusaha Kecil Turun

199
DILARANG MENDAKI: Salah seorang penjual makanan khas Wonosobo carica di gunung Prau yang mengalami menurunan omset akibat penutupan sementara jalur pendakian. (Alfan Nurngain/Radar Kedu)
DILARANG MENDAKI: Salah seorang penjual makanan khas Wonosobo carica di gunung Prau yang mengalami menurunan omset akibat penutupan sementara jalur pendakian. (Alfan Nurngain/Radar Kedu)
DILARANG MENDAKI: Salah seorang penjual makanan khas Wonosobo carica di gunung Prau yang mengalami menurunan omset akibat penutupan sementara jalur pendakian. (Alfan Nurngain/Radar Kedu)

SEBAGAI salah satu bagian dari objek wisata Dieng, gunung Prau menjadi primadona baru dalam dua tahun belakangan ini. Gunung yang terletak antara Kabupaten Wonosobo dan Kendal ini memiliki ketinggian 2.656 meter di atas permukaan laut.

Bagi pecinta alam, gunung Prau memiliki spot keindahan alam yang wajib dikunjungi. Pasalnya di gunung Prau terdapat bukit Teletubies yang sering jadi sasaran objek fotografi.

Di sisi lain, objek wisata pendakian gunung Prau ini mampu menciptakan peluang usaha bagi pengusaha kecil. “Kami bersyukur adanya wisata gunung Prau ini mampu menciptakan peluang usaha bagi warga kami” tutur Muhammad Ali, Kepala Desa Patakbanteng

Patakbanteng adalah jalur utama pendakian ke gunung Prau dengan tanah yang subur dan tanaman khasnya, yakni kentang dan carika. Warga berlomba-lomba menciptakan produk berbahan baku kedua komoditas tersebut. “Pengusaha kecil-menengah dari warga kami cukup kreatif dalam mengolah kentang dan carika sebagai oleh-oleh khas Wonosobo,” imbuhnya

Saat ini, objek wisata gunung Prau untuk sementara ini ditutup karena cuaca yang tidak mendukung. Selain itu terdapat proses konservasi dan reboisasi yang digelar kelompok pencinta alam.

“Gunung Prau kami tutup dari awal Januari hingga akhir bulan Maret,” ujar Surohman, salah satu tokoh penggiat dan pencinta alam desa Patakbanteng.

Ia menegaskan, bahwa konservasi dan reboisasi ini dilakukan karena rendahnya kesadaran pendaki gunung akan kelestarian lingkungan. Masih banyak pendaki yang meninggalkan sampah di sembarang tempat. “Jadi, kami mohon kepada pendaki untuk selalu menjaga dan melestarikan gunung kami dengan tidak meninggalkan sampah di puncak gunung,” tuturnya.

Dilain pihak, menutupan objek wisata gunung Prau ini berdampak bagi pelaku usaha kecil. Pasalnya, jumlah pendaki berkurang sehingga mengurangi omset para pengusaha. “Kami akui, penutupan objek ini berdampak untuk pelaku ekonomi kreatif. Namun saya yakin ke depan akan lebih banyak lagi pengunjung setelah masa konservasi dan reboisasi ini selesai,” tegasnya.

Sudibyo, pelaku usaha kecil menengah yang berjualan kaos dan aneka pernak-pernik mengaku usahanya cukup tersendat karena ditutupnya gunung Prau. “Karena tidak ada pengunjung,” jelasnya. (mg5/ton)