DPD PKS Demak menggelar rakor menjelang persiapan pilkada Demak 2015, kemarin. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)
DPD PKS Demak menggelar rakor menjelang persiapan pilkada Demak 2015, kemarin. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)
DPD PKS Demak menggelar rakor menjelang persiapan pilkada Demak 2015, kemarin. (WAHIB PRIBADI/RADAR SEMARANG)

DEMAK – Suhu politik di Kabupaten Demak mulai memanas menjelang pilkada Demak Desember 2015. Sejumlah calon kandidat cabup-cawabup mulai bermunculan. Kebanyakan nama-nama mereka sudah tidak asing lagi dan sudah santer disebut-sebut masyarakat. Ada yang berlatarbelakang birokrat, partai politik (parpol) maupun berasal dari tokoh masyarakat. (Lihat grafis).

Banyaknya calon kandidat yang muncul ini dinilai akan memudahkan masyarakat dalam memilih pemimpin yang tepat untuk membangun Demak lebih baik. Ketua DPD PKS Demak, Jumaeri mengatakan, semakin banyak kandidat cabup cawabup justru akan banyak pula pilihan. “Saya kira itu lebih bagus,” kata Jumaeri disela rapat koordinasi (rakor) DPD PKS dengan jajaran DPC PKS di Demak, kemarin.

Ia menambahkan PKS sendiri, pada saatnya nanti akan melakukan penjaringan cabup cawabup dari internal maupun luar partai. Dari internal misalnya, tokoh partai yang bisa diajukan adalah Amir Darmanto (anggota DPRD Jateng), Ahmadi (wakil ketua DPRD Jateng), Jumaeri (Ketua DPD PKS Demak), Ahmad Gufron (sekretaris DPD PKS), Kamzawi, Mudhofar, dan Safuwan (anggota DPRD Demak). Sedangkan, dari luar partai semua yang mempunyai kapasitas berpeluang untuk dicalonkan. “Semua memiliki peluang yang sama untuk diusulkan sebagai kandidat,” imbuhnya.

Dalam pilkada nanti, semua partai di Demak tetap harus koalisi, termasuk PKS. Sebab semua parpol di Demak tidak bisa mengusung calon sendiri. Karena berdasarkan UU pilkada yang baru, partai pengusung harus memiliki antara 10 hingga 15 kursi di DPRD. “Sedangkan di Demak, tidak satupun partai memenuhi syarat itu, kecuali berkoalisi,” tambahnya.

Terkait koalisi, PKS mulai berkomunikasi dengan partai-partai lain. “Sebetulnya kami sejak pilpres lalu sudah ada koalisi merah putih (KMP). Namun, Demak ini kan punya kearifan lokal sehingga kita tetap jalin komunikasi dengan semua partai yang ada,” tambahnya.

Amir Darmanto dari Kelompok Kerja Daerah Pemilihan (pokja dapil) 1 dan 2 PKS Jateng, mengatakan, dirinya bertugas memantau langsung persiapan DPD PKS Demak dalam menghadapi pilkada yang tinggal 9 bulan ini. Menurutnya, pilkada Demak makin dekat. Karena itu, waktu yang pendek tersebut mestinya memang sudah harus banyak calon yang bermunculan. Dengan demikian, bisa segera diketahui oleh publik siapa-siapa yang pantas memimpin Demak nanti. “Apalagi, uji publik ditiadakan sehingga butuh sosialisasi sejak dini,”kata Amir Darmanto.

Ia menambahkan dalam konstelasi politik saat ini, selain parpol, peran Forum Silaturahmi Kiai se-Demak/Forsikade masih dinantikan. “Kita dengar, bahwa Pak Harwanto dan Kiai Arief Cholil kabarnya mau nyalon juga. Tentu ini kabar yang positif. Makin ramai,” imbuhnya.

Sektretaris DPD PKS Demak, Ahmad Gufron mengatakan, jelang pilkada pihaknya mulai memanasi mesin partai. Rakor menjadi tahapan persiapan menyongsong pilkada. Ada program penting yang disepakati dalam setahun kedepan ini. Yakni memperkuat kaderisasi melalui pembinaan intensif setiap bulan ditingkat konstituen. “Kita galakkan komunikasi politik dengan kader dan konstituen langsung. Kita juga minta anggota dewan dari PKS bisa segera lobi-lobi politik untuk koalisi,” katanya.

Meski begitu, PKS masih mencari figur calon bupati dan wakilnya yang tepat. Figur cabup cawabup nantinya bisa memenuhi kriteria. Antara lain, memahami betul jalannya pemerintahan, secara moral juga baik dan memiliki wawasan keagamaan yang mumpuni. “Sebab, apapun Demak merupakan Kota Wali yang agamis,”katanya. (hib/fth)