Ahmad Agung Terkesan Mampu Tempel Ketat Bepe

259
AWAL YANG BAIK: Ahmad Agung Setiabudi, pemain muda asli binaan Kota Semarang, sudah mampu menunjukkan bakatnya sebagai pemain masa depan PSIS. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)
AWAL YANG BAIK: Ahmad Agung Setiabudi, pemain muda asli binaan Kota Semarang, sudah mampu menunjukkan bakatnya sebagai pemain masa depan PSIS. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)
AWAL YANG BAIK: Ahmad Agung Setiabudi, pemain muda asli binaan Kota Semarang, sudah mampu menunjukkan bakatnya sebagai pemain masa depan PSIS. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)

Musim kompetisi 2015 ini skuad PSIS kembali dihuni beberapa nama baru. Meski belum dikenal, penampilan mereka sudah mulai menyita perhatian publik Jatidiri. Di antaranya adalah Ahmad Agung Setiabudi. Siapa dia?

Baskoro Septiadi

KEPUTUSAN Mengejutkan diambil oleh tim pelatih PSIS di laga uji coba versus Persija Jakarta di Stadion Jatidiri 7 Februari 2015 lalu. Dari 11 nama pemain yang turun sebagai starter, satu nama di antaranya merupakan pemain muda berstatus magang, yaitu Ahmad Agung Setiabudi.

Namun ternyata keputusan menurunkan pemain yang akrab disapa Agung sebagai starter menghadapi tim papan atas di Indonesia itu tidak salah. Pemilik jersey bernomor 24 itu mampu tampil impresif menjaga lini tengah tim Mahesa Jenar.

Sebagai pemain muda Agung tampak tidak canggung ketika tampil selama 90 menit menghadapi pemain-pemain kelas atas Persija seperti Steffano Lilipaly, Bambang Pamungkas maupun beberapa legiun asing tim Macan Kemayoran. “Kalau grogi pasti ada, apalagi saya dipercaya tampil 90 menit lawan Persija, tidak menyangka juga. Tapi saya mencoba selalu fokus saja selama pertandingan agar bisa tampil maksimal,” beber Agung yang mengaku sangat terkesan mampu menjaga pergerakan Bambang Pamungkas. “Bepe (Bambang Pamungkas) memang pemain hebat, saya bangga mampu menjaga pergerakannya,” ujarnya.

Siapa sangka dia adalah pemain magang, salah satu dari delapan pemain magang yang berasal dari Pengcab Semarang untuk menimba ilmu di PSIS. Penampilan apik pemain kelahiran Demak 9 Maret 1996 itu akhirnya berbuah manis. Kini Agung menjadi pilihan utama tim pelatih Mahesa Jenar di beberapa uji coba yang telah dilakoni oleh PSIS kemarin.

Terakhir, pemain bertinggi 178 cm itu kembali mendapatkan kepercayaan untuk tampil selama 90 menit di laga uji coba menjamu Persis Solo Sabtu (21/2). Dan di laga tersebut Agung kembali menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu pemain pilar PSIS. “Kepercayaan dari pelatih harus bisa dimanfaatkan. Saya juga masih harus banyak belajar di level kompetisi PSIS. Terutama dengan pemain-pemain senior mereka sering berbagi ilmu kepada saya,” sambungnya.

Agung mengakui, masih harus bekerja ekstra keras untuk bisa selalu mendapatkan kepercayaan dari tim pelatih terutama untuk turun di kompetisi kasta kedua di Indonesia mendatang. Maklum saja, di pos gelandang bertahan dirinya harus bersaing dengan sederet pemain PSIS lainnya seperti Ediyanto, Yogi Ardianto maupun Rizky Yulian yang notabene adalah pemain yang lebih senior. “Intinya di PSIS saya ingin berjuang dan terus belajar baik untuk diri saya maupun untuk tim agar ketika kembali mendapatkan kepercayaan saya bisa kembali tampil maksimal untuk tim,” lanjut pengidola legenda hidup Manchester United, Paul Scholes itu.

Agung sangat bangga masuk ke skuad PSIS meski belum secara profesional dan berstatus magang. Namun demikian dia tidak berkecil hati. Apalagi dengan kesempatan magang ini harus dimanfaatkan dengan sering berdiskusi dan bertanya dengan pemain senior PSIS dan tim pelatih. ”Pemain senior PSIS memang sering sharing dan menularkan ilmu kepada saya. Intinya kalau bermain tidak perlu ragu-ragu dan jangan takut,” kata Agung yang juga mengidolakan gelandang Persib Haryono.

Pelatih PSIS M Dofir mengatakan potensi Ahmad Agung memang cukup luar biasa. Dia yakin Agung akan menjadi pemain besar. “Agung sudah mampu dan bisa bersaing dengan pemain senior. Terpenting saya berharap untuk pemain asli Semarang yang mempunyai skill bagus, jangan terlalu puas diri. Tetap terus termotivasi dan semangat dalam berlatih,” kata Dofir.

Manajer PSIS Agung Saputro mengakui, Agung menjadi salah satu pemain debutan yang diharapkan bisa terus menunjukkan grafik meningkat sehingga tim Mahesa Jenar bisa tampil konsisten di kompetisi mendatang. “Ada beberapa pemain magang yang mulai mendapatkan kesempatan untuk bermain dari pelatih, termasuk Agung. Memang setiap musimnya kami harap ada pemain muda yang muncul di tim utama, kalau musim lalu kami memiliki Taufik Hidayat,” ujar Adi. (*/smu)