350 Penyanyi Kolaborasi dalam IMC

145
KOMPAK: Penampilan dari UIN Walisongo Semarang dalam IMC 2015 Pekalongan. (foto: faiz urhanul hilal/radar semarang)
KOMPAK: Penampilan dari UIN Walisongo Semarang dalam IMC 2015 Pekalongan. (foto: faiz urhanul hilal/radar semarang)
KOMPAK: Penampilan dari UIN Walisongo Semarang dalam IMC 2015 Pekalongan. (foto: faiz urhanul hilal/radar semarang)

PEKALONGAN – Ratusan penyanyi dari sembilan perguruan tinggi islam di Jawa Tengah dan sekitarnya memeriahkan konser padua suara Indonesia Muslim Choir (IMC) 2015 di GOR Jetayu, Kota Pekalongan, Jumat (20/2) malam.

Mereka berasal dari UKM El Fata STAIN Pekalongan, UKM Musik UIN Walisongo Semarang, INISNU Jepara, STAIN Kudus, IAIN Salatiga, STAIN Surakarta, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, PGSD Unnes dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Bukan hanya unjuk gigi dengan membawakan lagu daerah masing-masing, mereka juga berkolaborasi membawakan sebuah lagu yang dinyanyikan oleh 350 penyanyi.

Pimpinan produksi IMC 2015, Muhammad Muhziddin mengatakan, konsep parade diikuti oleh delapan perguruan tinggi. Sedangkan gabungan diikuti oleh sembilan perguruan tinggi.
“Total seluruhnya 350 penyanyi,” jelasnya saat ditemui usai acara.

Ziddin memaparkan, perhelatan konser paduan suara gabungan dari berbagai perguruan tinggi tersebut diharapkan bisa menjadi agenda tahunan. Sebab, selain sebagai media bertukar ilmu juga merupakan suguhan yang menarik bagi masyarakat luas pada umumnya. “Ke depan, bisa road show di kota-kota lain dengan event yang lebih besar. Mungkin bisa skala nasional. Termasuk juga menghibur masyarakat, karena di Pekalongan sendiri jarang sekali disuguhi paduan suara. Dan Alhamdulillah, responnya luar biasa sekali,” ungkapnya.

Salah satu peserta, Joni Suryatama mengatakan, sebelum konser dilaksanakan, para peserta menjalani proses karantina mulai 17-20 Februari, di STAIN Pekalongan. “Di sana kami banyak belajar,” kata Conductor paduan suara UIN Jogja tersebut.

Sajian selama kurang lebih dua jam tersebut mendapat apresiasi dari pengunjung. Seorang penontong, Wahid Al Imron, warga Kota Pekalongan mengaku tertarik sekali. Menurutnya, pertunjukan paduan suara merupakan sesuatu yang baru bagi masyarakat Pekalongan. “Penyajian lumayan terkonsep. Menarik karena biasanya paduan suara ini dikonsumsi mahasiswa saja,” ungkapnya. Acara tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat, di antaranya Wakil Wali Kota Pekalongan dan civitas akademik STAIN Pekalongan selaku tuan rumah penyelenggaraan IMC. (hil/zal)