Telusuri Pembuat Pupuk Oplosan

104
NYARIS SAMA : Pupuk yang diduga oplosan kemasannya nyaris sama dengan pupuk bersubsidi yang asli. (MUNIR ABDILLAH/RADAR SEMARANG)
NYARIS SAMA : Pupuk yang diduga oplosan kemasannya nyaris sama dengan pupuk bersubsidi yang asli. (MUNIR ABDILLAH/RADAR SEMARANG)
NYARIS SAMA : Pupuk yang diduga oplosan kemasannya nyaris sama dengan pupuk bersubsidi yang asli. (MUNIR ABDILLAH/RADAR SEMARANG)

TUNTANG – Beredarnya pupuk oplosan di Desa Sraten, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, membuat perangkat desa Sraten segera mengambil tindakan cepat. Babinsa dan penanggung jawab dinas pertanian Kecamatan Tuntang, langsung ditemukan Jum’at (20/2). Langkah ini untuk menyatukan persepsi terkait menyeruaknya isu pupuk oplosan di masyarakat.

Di samping itu, petani merasa diresahkan dengan kemasan pupuk yang sama dengan kemasan pupuk bersubsidi. Sehingga petani yang tidak tahu, akan mengira bahwa pupuk merk “phoska” tersebut adalah pupuk bersubsidi.

Kepala Desa Sraten, Rakhmad, mengatakan akan mengajak petugas kepolisian dan TNI untuk mengusut kasus tersebut. Dugaan sementara, harga memang lebih murah 30 ribu karena dari komposisi pupuk bermerk “Phoska” tidak mengandung (nitrogen, Fosfat, Kalsium) NPK. Tapi petani yang sudah udzur tidak akan mengetahui mana yang subsidi mana yang non. “Dalam waktu dekat kami akan melakukan koordinasi dengan para petani di Sraten. Untuk memberikan informasi terkait pupuk bersubsidi dan tidak. Karena dalam waktu dekat ini, petani di Kecamatan Tuntang akan mulai tandur,” katanya.

Rakhmad menambahkan, saat ini pihaknya tidak boleh gegabah dalam menindaklanjuti dugaan pupuk oplosan tersebut. Saat ini, diakui banyak petani yang mengeluh. “Memang informasi pupuk tidak larut ke tanah, sehingga tidak berefek sama sekali ke tanah. Kami akan mencoba membantu petani. Kasihan petani, sawah dan padi adalah mata pecaharian mereka,” imbuhnya.

Penanggung Jawab Dinas Pertanian Kecamatan Tuntang, Waliyanto mengaku baru mengetahui adanya pupuk non subsidi dengan harga murah beredar di Desa Sraten. Pasalnya pupuk jenis non subsidi memang sangat banyak di pasaran. Tapi pihaknya akan mengadakan pengkajian, tentang nomer izin yang tertera di kemasan pupuk. “Jika ternyata, nomer itu palsu, jelas dinas akan melakukan tindakan tegas. Tapi kita akan terus kroscek, karena bisa jadi juga, itu oknum yang memalsukan pupuk Phoska,” katanya (abd)