BATANG – Hujan deras yang turun sejak Kamis (19/2) siang hingga Jumat (20/2) pagi menyebabkan air Sungai Gambas di Dukuh Krenggan, Desa Pungangan, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, meluap. Akibatnya terjadi banjir di sekitar desa tersebut.
Bahkan kiriman air banjir dari daerah Banjarnegara menambah derasnya laju arus sungai Sambas. Sehingga menghanyutkan ranting dan batang pohon yang tumbang. Bahkan Kamis (19/2) sore, seorang warga atas nama, Ngadi, 63, warga Desa Pungangan RT 03 RW 01, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, tewas terseret derasnya sungai Sambas.

Mayat Ngadi baru ditemukan esok harinya, Jumat (20/2) siang saat tersangkut di bebatuan sungai Sambas, yang berjarak 500 meter dari lokasi kejadian, dimana Ngadi terpeleset dan terjatuh pada sungai tersebut.

Solikhin, 43, warga Desa Pungangan RT 03 RW 01, Kecamatan Limpung, saksi yang melihat Ngadi terpeleset di Sungai Sambas menjelaskan bahwa kejadian bermula saat Ngadibaru pulang dari sawah hendak ke rumah. Namun ketika melintas di bebatuan pada Sungai Sambas, Ngadi bermaksud akan mengambil ranting kayu yang tersangkut di sungai. “Ketika akan mengambil kayu tersebut, Ngadi terpeleset lalu terjebur dan terseret arus sungai. Kebetulan saat itu hujan deras, dan air sungai juga meluap.” ungkap Solikhin.

Setelah melihat Ngadi terseret arus sungai, warga langsung melapor ke Polsek Limpung untuk meminta bantuan. Namun karena derasnya arus sungai Sambas, tubuh Ngadi akhirnya tak tertolong lagi. Menurutnya, pencarian mayat korban dilakukan sejak Kamis (19/2) sore, dan sempat dihentikan malam harinya karena cuaca buruk. “Jumat (20/2) siang baru ditemukan, kurang lebih 500 meter dari lokasi korban terpeleset, tubuhnya tersangkut batu-batu sungai,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Limpung Polres Batang, AKP Raharja, menuturkan bahwa Ngadi warga Desa warga Desa Pungangan RT 03 RW 01, Kecamatan Limpung, yang tewas karena terpeleset di Sungai Sambas, Kamis (19/2) sore, mayatnya baru ditemukan esok harinya, setelah dilakukan pencarian oleh anggota Polsek Limpung dan warga.

Menurutnya, tubuh Ngadi saat ditemukan mengalami luka memar di kepala, karena benturan bebatuan di sungai Sambas. Bukan karena faktor penganiayaan tapi murni karena terpeleset dan jatuh. “Mayat Ngadi ditemukan anggota Polsek Limpung dan warga, tak jauh dari lokasi Ngadi terpeleset, kejadian ini murni karena kecelakaan,” tuturnya. (thd/ric)