KUMPULKAN BUKTI: Petugas TTA Polda Jateng dan Satlantas Polres Temanggung menggelar olah TKP kecelakaan maut di Jalan Gajahmada Maron Temanggung. (ISSATUL HANI’AH/RADAR KEDU)
KUMPULKAN BUKTI: Petugas TTA Polda Jateng dan Satlantas Polres Temanggung menggelar olah TKP kecelakaan maut di Jalan Gajahmada Maron Temanggung. (ISSATUL HANI’AH/RADAR KEDU)
KUMPULKAN BUKTI: Petugas TTA Polda Jateng dan Satlantas Polres Temanggung menggelar olah TKP kecelakaan maut di Jalan Gajahmada Maron Temanggung. (ISSATUL HANI’AH/RADAR KEDU)

TEMANGGUNG- Kepolisian Resor (Polres) Temanggung, Kamis (19/2) malam berhasil menangkap dua orang yang diduga pelaku tabrak lari Jalan Gajahmada, Maron, Temanggung. Keduanya merupakan warga Parakan dan berhasil ditemukan polisi di wilayah Kedu.

Dua orang tersebut yaitu bernama Yohannes Aditya dan Romadhon. Pada saat kejadian keduanya mengendarai mobil Toyota Land Rover bernomor polisi AA 7995 AE. Kecelakaan maut tersebut menyebabkan 4 orang tewas dan 2 lainnya luka serius.

Kapolres Temanggung AKBP Dwi Indra Maulana ketika ditemui dalam olah tempat kejadian perkara di Maron Jumat (20/2) mengatakan, penangkapan dilakukan jam 21.00. “Sampai pagi ini (kemarin, red) kami belum bisa menjatuhkan status tersangka karena keduanya belum mengakui siapa di antara keduanya yang mengemudi pada saat kejadian. Namun kami yakin sekali, cepat atau lambat akan kami ketahui dengan adanya keterangan dari para saksi,” jelas Indra.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, kedua terperiksa diduga mabuk saat mengendarai mobil. Sebelum kejadian, mereka sempat mengkonsumsi minuman keras.

Saat ini Polres Temanggung telah memeriksa tiga saksi untuk menyelidiki kasus tersebut. Mengenai sanksi hukum yang menjerat pelaku, Indra belum dapat memberikan keterangan. Pasalnya masih diperlukan keterangan dari para saksi dan menunggu hasil olah TKP.

“Makanya kami melakukan olah TKP melibatkan Polda dengan peralatan berteknologi tinggi supaya dapat kami ketahui ilustrasi kejadian. Paling tidak besok pagi (hari ini, red) sudah bisa kami putuskan akan dijatuhi dengan pasal apa,” tambah Indra.

Untuk mendapatkan ilustrasi yang nyata, Polres Temanggung juga melibatkan tim Traffic Accident Analysis (TAA) Polda Jateng untuk menganalisis kejadian. Wakil Direktur Lantas Polda Jateng, AKBP Dhani Hernando mengatakan olah TKP tersebut bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai kronologi kejadian. Selain melakukan pengambilan gambar, pihaknya juga menggunakan peralatan helicam.

“Peralatan berteknologi kami siapkan sehingga nantinya dapat kami hasilkan ilustrasi kejadian secara detail. Hasilnya nanti ya seperti kita nonton film kartun begitu,” ungkap Dhani.

Diakui Dhani, kejadian tersebut banyak menyita perhatian masyarakat sehingga perlu diusut secara tuntas. Untuk membuat hasil visual yang baik, pihaknya juga masih akan memeriksa barang bukti. Barulah setelah itu dapat dianalisis menjadi gambar.

“Hasil pemotretan akan dianalisis dan bisa dilihat di layar monitor bentuknya seperti simulasi. Jadi nanti terlihat rekonstruksi mulai dari awal kendaraan hingga menabrak para pengendara sepeda motor.”

Pada olah TKP ini terdapat enam kali pemotretan nanti digabung-gabung sehingga menghasilkan gambar seperti rekonstruksi. “Selain pemotretan tim juga akan memeriksa barang bukti,” tambahnya.

Kecelakaan maut tersebut terjadi pada Kamis (19/2) sore di Jalan Gajahmada, Maron, Temanggung. Menurut saksi mata, Joko, 40, saat itu lima unit sepeda motor melaju dari arah Kedu. Kemudian dari arah berlawanan muncul satu unit mobil warna biru tua menyalip mobil di depannya dan menghantam 5 motor. Usai menabrak, mobil tersebut kemudian melaju dengan kencang ke arah Kedu dengan kecepatan tinggi.

Empat korban tewas yakni Zamroni warga RT 01 RW 03, Koripan, Selopampang; Ilyas, warga RT 03 RW 01 Krajan, Tlogowungu, Kaloran. Lalu Suradji, warga RT 03 RW 04, Daleman Asri, Mungseng, Temanggung dan Jeki warga Mungseng. Sementara korban luka, Maskuri, 58, warga RT 29, RW 13, Malangan, Payaman, Secang dan Mudiyono warga RT 04, RW 02, Kwaluhan, Kertosari. (mg3/ton)