Hendar Prihadi (DOK/RASE)
Hendar Prihadi (DOK/RASE)
Hendar Prihadi (DOK/RASE)

MANGUNHARJO – Hujan deras yang mengguyur Kota Semarang beberapa hari terakhir membuat sejumlah kawasan tergenang, tak terkecuali permukiman warga RT 3 dan 4 RW 4, Kelurahan Mangunharjo. Penyebabnya, tanggul saluran di kawasan tersebut kondisinya rendah, sehingga debit air sungai yang meningkat saat hujan meluber hingga ke jalan dan menggenangi perkampungan.

”Talut yang sudah ada sepertinya kurang tinggi, sehingga pada saat hujannya deras air meluap dan menggenangi rumah warga khususnya di RT 3 dan 4,” tegas Robi, Ketua RW 4 Kelurahan Mangunharjo.

Sementara Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Jumino, mengusulkan bantuan pembuatan parit. Menurutnya, parit dibutuhkan untuk menampung air hujan sehingga bisa dimanfaatkan pada musim kemarau. Pasalnya, daerah Mangunharjo sering mengalami luapan air pada musim penghujan namun kekurangan air di kala kemarau.

Menanggapi keluhan warga tersebut, wali kota melalui Dinas Bina Marga akan membantu proses peninggian talut sebagai penangkal aliran air saat curah hujan tinggi. Minggu depan dijadwalkan sudah ada penanganan sementara dari Dinas Bina Marga untuk selanjutnya disempurnakan melalui paket pekerjaan pada anggaran 2015. ”Sementara terkait pembangunan parit, akan segera kita upayakan pada anggaran 2015 melalui dinas PSDA dan ESDM,” terang Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi.

Selain itu, wali kota juga menyampaikan adanya program normalisasi Kali Beringin sebagai upaya menanggulangi luapan air. Masalah luapan kali Beringin yang telah berlangsung dari tahun ke tahun, menurut Hendi, sapaan akrab wali kota, akan diselesaikan melalui program normalisasi dengan bantuan dana dari Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp 6 miliar. ”Proses normalisasi Kali Beringin Insya Allah akan mulai dikerjakan pada bulan April atau Mei mendatang, karena saat ini sedang pada tahapan lelang,” ungkap wali kota.

Sehubungan dengan curah hujan yang masih diprediksi cukup tinggi hingga akhir Februari mendatang, wali kota mengimbau kepada seluruh warga masyarakat khususnya kepada masyarakat yang tingggal di daerah rawan banjir untuk dapat meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian dengan adanya bencana banjir. ”Curah hujan tinggi dikhawatirkan menyebabkan titik-titik rekahan di daerah perbukitan yang padat rumah penduduk, sehingga menyebabkan terjadinya tanah longsor di kawasan tersebut,” terang Hendi.

Pihaknya juga sudah meminta kepada seluruh lurah, camat serta tokoh masyarakat untuk bersama-sama melakukan pengecekan di wilayah masing-masing untuk mengantisipasi terjadinya bencana banjir maupun longsor, dirinya juga meminta agar lurah dan camat yang wilayahnya rawan bencana juga menyiapkan tempat evakuasi. ”Semua ini dilakukan semata-mata untuk melindungi masyarakat agar jangan sampai ada yang menjadi korban banjir maupun longsor yang tidak tertangani dengan baik,” tegasnya. (zal/ce1)