MERONTA : Kasatnarkoba didampingi Kasubag Humas Polres Magelang saat menginterogasi tersangka penyalahgunaan narkoba, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
MERONTA : Kasatnarkoba didampingi Kasubag Humas Polres Magelang saat menginterogasi tersangka penyalahgunaan narkoba, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)
MERONTA : Kasatnarkoba didampingi Kasubag Humas Polres Magelang saat menginterogasi tersangka penyalahgunaan narkoba, kemarin. (MUKHTAR LUTFI/Radar Kedu)

MUNGKID— Pepatah di balik kesusahan pasti ada hikmahnya baru dirasakan oleh Kasatnarkoba Polres Magelang AKP Eko Sumbodo yang justru berhasil menangkap tangan seorang pengguna sabu-sabu di Jalan Magelang-Jogjakarta tepatnya di Desa Sumberejo Kecamatan Mertoyudan, kemarin.

Kejadian unik ini berlangsung sekitar pukul 17.30 sore. Saat itu Eko Sumbodo hendak pulang ke rumahnya. Namun sesampainya di Desa Sumberejo dekat ruko Harmoni tiba-tiba motornya macet. ”Motor saya tidak bisa dihidupkan, padahal biasanya tidak pernah rewel,” katanya, kemarin.

Saat itu, dia melihat seorang pria sedang berada di sebuah kebun pisang di pinggir jalan. Gerak-geriknya mencurigakan. Insting polisinya langsung jalan. Dia melakukan pengintaian lebih seksama terhadap pria yang menggunakan motor matic itu.
”Ternyata benar, pria tadi sedang meletakkan sebuah pesanan berupa sabu-sabu di bawah pohon pisang dengan ditandai sebuah kayu dan pelepah pisang,” ungkap Eko.

Karena tidak mungkin melakukan pengejaran terhadap pria tadi, Eko memutuskan untuk menunggu pemesan barang haram itu. ”Sekitar enam jam saya menunggui di lokasi itu,” katanya.

Benar saja, seorang perempuan datang mendekat. Dengan penuh hati-hati perempuan yang belakangan diketahui bernama Chaterina Novi Ayu Susanti, 22, warga Kampung Paten Jurang 06/15, Kelurahan Rejowinangun, Kecamatan Magelang Selatan Kota Magelang itu, mulai mencari letak barang yang dipesannya. ”Dia pura-pura sambil main handphone,” beber Eko.

Begitu barang haram itu sudah di tangan, Eko yang sudah mengajak dua anak buahnya untuk membantu langsung melakukan penggerebekan. Tersangka tak bisa mengelak meski terus berontak.”

Tersangka kemudian kita bawa dan kita identifikasi. Yang bersangkutan memang kerap memakai sabu-sabu,” kata Eko.
Hasil tes urine yang dilakukan terhadap perempuan yang bekerja sebagai pemandu lagu itu juga menyatakan positif. ”Dari handphonenya juga ditemukan bukti sebuah video saat dia mengunakan sabu-sabu bersama pacarnya,” lanjut dia.

Dari tangan Chatherina, kata Kasubag Humas AKP Edi Sukrisna, polisi menyita satu paket kecil sabu-sabu seberat 0,5 gram. Polisi akan menjerat Chatherina dengan pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Ia terancam hukuman minimal empat tahun penjara,” jelas Edi. Pihaknya mengaku masih akan terus mendalami jaringan yang melibatkan tersangka. Apalagi di sekitarnya banyak teman-temannya yang juga mengonsumsi sabu-sabu.

Tersangka sendiri mengaku beberapa kali memakai sabu-sabu bersama kawan-kawannya di Jogjakarta seperti di mobil, hotel dan kawasan Parangtritis. Selama pemeriksaan kemarin, perempuan yang mengecat pirang rambutnya itu terus saja menangis. (vie/lis)