KENDAL—Teka-teki bayi yang dititipkan kepada penumpang di sebuah halte depan Kantor Pos Weleri akhirnya terungkap. Monah yang mengaku dititipi bayi dari perempuan ternyata tidak lain adalah ibu dari bayi tersebut. Monah yang bernama asli Siti Munawaroh warga Desa Tambakrejo RT 2 RW 4 Kecamatan Patebon Kendal rupanya bersandiwara di depan polisi. Sandiwara Monah terungkap saat petugas dari Dinas Sosial Kabupaten Kendal meningtrogasi Monah. Yakni untuk mengetahui dan menemukan orang tua bayi tersebut sebelum diserahkan ke panti sosial.

“Awalnya pelaku mengaku dititipin bayi dari seseorang, namun saat hendak dibawa ke Polsek Weleri pelaku tidak mau karena takut. Setelah saya tanya, pelaku mengaku jika bayi tersebut adalah anaknya sendiri,” kata Muhamad Shokieb Marzuki.

Marzuki mengatakan, jika pelaku mengatakan terpaksa bersandiwara lantaran anak itu merupakan hasil hubungan gelap dengan seorang pria selingkuhannya. “Pelaku mengaku bingung dan takut pada suaminya yang bekerja di Jakarta,” imbuhnya.

Kepada petugas Dinsos, Siti Munawaroh mengaku sudah bersuami bernama Ririn Pudianto. Saat ini sedang bekerja buruh bangunan di Jakarta. Terakhir pulang suaminya sekitar Agustus 2013. “Suaminya katanya jarang pulang,” tambahnya.

Diduga merasa kesepian, Monah menjalin hubungan gelap dengan Ardi Putra warga Banjarnegara. Ardi Putra diakui Monah kenal melalui situs jejaring sosial Facebook. Lewat perkenalannya ini Monah sempat beberapa kali bertemu dengan Ardi di Banjarnegara pada Maret 2014. “Hingga akhirnya ia hamil dengan selingkuhannya itu,” jelasnya.

Bayi perempuan tersebut baru berusia satu bulan, tepatnya lahir pada 21 Januari 2015 lalu. Bayi hasil hubungan gelap tersebut ia lahirkan di rumah bidan di wilayah Cepiring. “Monah mengasuh sendiri bayinya hingga kemudian kebingungan dan bersandiwara bahwa dititipin bayi oleh orang lain,”tambahnya.

Pengakuan Monah kepada petugas dinas sosial, jika ia tidak tega untuk membuang bayinya. Oleh karena itu, ia mengarang cerita dititipi bayi dan berharap bayi tersbeut bisa dirawat dinsos atau diadopsi oleh orang lain. “Karena bayi ternyata adalah bayi pelaku sendiri, terpaksa kami tidak bisa menerima. Bayi kami kembalikan dan kini dirawat di rumah saudaranya di Cepiring,” imbuhnya.

Sebelumnya, Kamis (19/2) Monah mendatangi Kantor Polsek Kaliwungu dan melapor jika ada seorang bayi yang ditinggal ibunya di Halte Bus Weleri. Kepada petugas Polsek Kaliwungu, Monah jika ia dititipi bayi oleh seorang perempuan saat menunggu menunggu bus di Halte bus Waleri. Monah mengatakan jika ibu bayi minta tolong untuk menjaga anaknya dengan alasan ibu sang bayi malang itu akan mengambil uang di sebuah mesin anjungan tunai mandiri (ATM). “Tapi namun hingga empat jam ditunggu, ibu bayi tidak kunjung kembali untuk mengambil bayinya. Saya bingung, kareana sang bayi terus menangis. Karena bingung, saya akhirnya memutuskan mendatangi kantor polisi,” akunya kepada petugas Polsek Kaliwungu. Bayi sempat dibawa naik angkutan dengan maksud dibawa pulang. Namun diperjalanan sampai kaliwungu, bayi perempuan ini menangis dan rewel. “Saya bingung dan kemudian mendatangi mapolsek Kaliwungu untuk melaporkan kejadian ini,” jelasnya. (bud/fth)