Jateng Kebut 7 Lisensi LSP

276
BIMBINGAN LSP: Faiza Munabari didampingi Suseno memaparkan syarat verifikasi dalam bimbingan teknis perbaikan dokumen permohonan lisensi LSP di kantor BKSP Jateng, kemarin. (AJIE MH/RADAR SEMARANG)
BIMBINGAN LSP: Faiza Munabari didampingi Suseno memaparkan syarat verifikasi dalam bimbingan teknis perbaikan dokumen permohonan lisensi LSP di kantor BKSP Jateng, kemarin. (AJIE MH/RADAR SEMARANG)
BIMBINGAN LSP: Faiza Munabari didampingi Suseno memaparkan syarat verifikasi dalam bimbingan teknis perbaikan dokumen permohonan lisensi LSP di kantor BKSP Jateng, kemarin. (AJIE MH/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Mempersiapkan diri menghadapi gempuran persaingan global pada Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akhir tahun mendatang, Jateng mengajukan 8 lisensi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Yaitu LSP P3 Kehumasan, LSP P1 Perbankan Syariah, LSP P1 Analis Kesehatan, LSP P3 Perdagangan Ritel, LSP P2 Batik, LSP P1 Akuntansi, LSP P3 Kecantikan, dan LSP P2 Grafika.

Rencananya, kedelapan sektor tersbut akan serempak mendaftarkan ke Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk mendapatkan liseni LSP agar jumlah sertifikasi profesi bisa dipercepat. Sementara ini, mereka sedang mengumpulkan dokumen-dokumen pelengkap sebagai syarat mendapatkan sertifikat.

“Sebenarnya sudah ada pelatihan membuat pengajuan lisensi LSP sejak 2014 silam. Memang lama mengurusnya karena tidak mudah. Sekarang kedelapan calon LSP tersebut sudah dalam persiapan akhir. Semoga dalam waktu dekat ini sudah bisa diajukan ke BNSP,” kata Bendahara Badan Koordinasi Sertifikasi Profesi (BKSP) Jateng Faiza Munabari dalam bimbingan teknis perbaikan dokumen permohonan lisensi LSP di gedung JDC Jalan Imam Bonjol, kemarin.

Ditambahkan Suseno, Sekretaris BKSP, jika pengumpulan syarat sertifikasi bisa serempak, maka mereka tidak perlu repot-repot datang ke kantor BNSP di Jakarta. BNSP bisa diundang ke Semarang untuk mengurangi pembengkakan budget masing-masing LSP. “Pasalnya, hanya ada anggaran satu orang saja per LSP. Jika lebih, harus menggunakan uang pribadi. Dan saya mengimbau agar yang berangkat adalah orang yang benar-benar menguasai sektor terkait. Jadi di sana tidak hanya mendaftar, tapi juga bisa bertanya-tanya harus bagaimana setelah mendapatkan sertifikasi,” paparnya.

Suseno memberikan bocoran, Pemprov Jateng akan segera mendapatkan sertifikasi LSP. Dengan begitu, tidak lama lagi, semua pelat merah yang berkantor di pemprov akan mendapatkan kompetensi. Praktis, mereka akan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. “Dampaknya akan luar biasa. Sebenarnya kami sudah menunggu dengan adanya LSP Jateng sejak lama,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu peserta Eriyati RS, Ketua DPC Perhumas Semarang mewakili Kehumasan Indonesia mengaku sudah tidak sabar menunggu kelahiran LSP Kehumasan. Jika sudah memegang serifikasi, pihaknya akan bisa menyelenggarakan uji kompetensi kehumasan. Tidak hanya dijajaran pelat merah saja, tapi juga swasta. “Sebenarnya sudah dari dulu ingin membentuk LSP. Tapi terhambat kendala dokumen yang harus bersinergi dengan bebrapa stake holder. Masalahnya, belum semua stakeholder menanggap proses sertifikasi ini penting,” pungkasnya. (amh/smu)