PROGRAM PKK : Anggota Polres Batang, saat membagikan majalah Sinergi Polmas Polres Batang pada warga, kemarin. (Taufik hidayat/radar semarang)
PROGRAM PKK : Anggota Polres Batang, saat membagikan majalah Sinergi Polmas Polres Batang pada warga, kemarin. (Taufik hidayat/radar semarang)
PROGRAM PKK : Anggota Polres Batang, saat membagikan majalah Sinergi Polmas Polres Batang pada warga, kemarin. (Taufik hidayat/radar semarang)

Puluhan warga Kabupaten Batang, yang tengah melakukan berbagai aktivitas. Jumat (20/2) siang terkejut dengan kedatangan beberapa anggota Polres Batang yang terdiri dari 3 Brigadir dan 1 Perwira. Mereka membagikan majalah Sinergi Polmas Polres Batang. Kedatangan para polisi tersebut, ada yang disambut dengan baik oleh warga. Tidak sedikit yang disambut oleh warga dengan rasa takut, bahkan menghindar ketika polisi berwajah ramah tersebut menyapa.

Taufik hidayat, Batang

Namun rasa takut dan segan warga terhadap kedatangan polisi tersebut segera mencair. Ketika seorang perwira polisi menjelaskan dengan ramah, kedatangan mereka pada aktivitas warga, dan warga pun akhirnya justru senang dengan kedatangan polisi tersebut.

Seperti Rozikin, 27, warga Kecamatan Kandeman, yang beradagang dengan gerobak di tengah trotoar. Semula dia menghindar saat kedatangan polisi. Bahkan dirinya sempat lari dan meninggalkan dagangannya. Namun, saat dijelaskan oleh salah seorang polisi. Dirinya langsung tersenyum dan minta maaf, karena berprasangka tidak baik. “Saya kira ada razia apa gitu, makanya saya lari ketika ada polisi datang, karena saya salah berjualan di tengah jalan. Selama ini sering dirazia oleh Satpol,” ungkap Rozikin.

Lain halnya dengan aktivitas para ibu yang sedang berbelanja, di sebuah perumahan di Kecamatan Batang. Kedatangan para polisi tersebut, langsung disambut dengan senang. Bahkan tidak sedikit para ibu tersebut, yang menyampaikan unek-uneknya tentang kejadian di sekitarnya.

“Kalau Polisi sering terjun langsung seperti ini, dan memberikan berbagai penjelasan tentang hukum, kita warga masyarakat jadi lebih paham, dan merasa nyaman. Karena kita menjadi lebih tahu tugas dan fungsi dari polisi,” kata Haryati, 41, ibu rumah tangga di Perumahan Kalisalak.

Sementara itu, Kepala Bagian Operasi, Polres Batang, Kompol Agung Nugroho, Jumat (20/2) siang kemarin, menjelaskan, untuk mensukseskan dan melanjutkan progam reformasi birokrasi Polri, baik pada aspek pelayanan masyarakat dan penegakan hukum. Menurutnya, banyak kiat-kiat untuk mendukung suksesnya tugas Polri tersebut, diantaranya melalu terobosan kreatif Polisi Koncone Kulo atau PKK.

“PKK ini mengandung maksud melanjutkan program reformasi birokrasi Polri dalam meningkatkan kehadiran anggota Polri di lapangan, meningkatkan pelayanan publik, menghilangkan kesan penyimpangan-penyimpangan anggota yang membebani masyarakat,” jelas Kapolres Batang, AKBP Widi Atmoko, yang disampaikan oleh Kompol Agung Nugroho.

Kompol Agung Nugroho juga menandaskan, untuk menjalankan fungsi Binmas secara langsung, dan menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas. Polres Batang menerima masukan, saran, informasi dan kritik serta harapan dari masyarakat. Menurutnya, dengan mempercepat informasi dari masyarakat, maka dapat mencegah terjadinya pelanggaran hukum, serta dapat membantu dalam mengambil tindakan kepolisian.

“PKK merupakan bukti nyata dari penjabaran 8 progam Quick wins, yaitu Polisi sebagai penggerak revolusi mental, pelopor tertib sosial di ruang publik, melindungi dan memberikan rasa aman.” tandasnya. (thd/ric)