Bupati Siap Urus Pemulangan Jenazah

62
Suyoto. (IST)

Suyoto. (IST)
Suyoto. (IST)

BOJONEGORO – Bupati Bojonegoro, Suyoto, langsung mengirim enam ambulan yang diberangkatkan dari Bojonegoro untuk mengambil jenazah ke Kota Semarang. Selain itu, Kepala Disnakertransos Kabupaten Bojonegoro, Adi Witjaksono, turut serta berangkat untuk membantu administrasi di Semarang.

Sementara korban selamat yang diperbolehkan pulang, Bupati menyewakan bus juga. Yang jelas pihaknya menerima informasi 16 orang meninggal. ”’Saya sudah telepon Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Djihartono yang juga orang Bojonegoro,” tuturnya.

Selain itu, Bupati Suyoto juga meminta camat melakukan berbagai persiapan dan koordinasi atas kecelakaan rombongan bus asal Dander di Jalan Tol Jatingaleh Kota Semarang. ”Kami meminta camat melakukan koordinasi dengan aparat desa dan terkait. Hal ini, terkait pemulangan jenazah dan informasi data korban. ”Saya sudah minta di Dander ada posko informasi,” ungkapnya.

Sementara itu bus tersebut, lanjut dia, adalah San Engon yang dimiliki warga Bojonegoro. Menurut dia koordinasi masih dilakukan sampai saat ini. ”Saya turut berduka dan minta keluarga tabah,” imbuhnya.

Yang jelas, lanjut dia, korban adalah warga Bojonegoro dan Pemkab Bojonegoro akan mengurus pemulangan jenazah dan penanganan korban. Saat ini, Dinkes dan BPBD serta kecamatan sudah bergerak. ”Pemilik bus Pak Dasuki sudah sampai di Semarang guna mengurus juga,” katanya.

Sementara itu, Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Pungky Bhuana Santoso mengakui korban kecelakaan yang mendapat perawatan di beberapa rumah sakit akan langsung dibawa pulang. Menurutnya, hal ini dilakukan atas permintaan dari Pemkab Bojonegoro sendiri.

“Tadi saya sudah dihubungi Pemkab Bojonegoro. Katanya korban yang mengalami luka-luka akan dibawa pulang ke Bojonegoro. Sebab para keluarga korban masih cemas karena belum mendapat informasi yang jelas,” ungkapnya kepada Radar Semarang, Jumat (20/2) kemarin.

Menurutnya, pihak Pemkab Bojonegoro sendiri telah mendatangkan armada bus dan mobil ambulan untuk membawa pasien korban kecelakaan maut tersebut. Namun demikian, pihaknya belum mengetahui jumlah pasien yang dibawa pulang ke Bojonegoro.

“Sepertinya Pemkab Bojonegoro akan mendatangi rumah sakit tempat pasien mendapatkan perawatan. Kalau yang luka berat, saya kurang tahu. Itu yang tahu dokternya langsung. Dokter yang mengizinkan atau tidak,” terangnya.

Sampai saat ini data jumlah korban yang meninggal masih berjumlah 16 orang. Sedangkan yang mengalami luka ringan 39 orang dan yang mengalami luka berat sebanyak 12 orang dari jumlah 70 penumpang.

“Kebanyakan korban luka berat mengalami patah tulang. Para korban semuanya telah dirawat pada 4 rumah sakit yakni RSI Sultan Agung, RSUP Dr Kariadi, RS Bhayangkara dan RS Elisabeth,” ujarnya.

Menanggapi kecelakaan tersebut, pihaknya belum bisa memastikan. Dari keterangan yang dikumpulkan oleh petugas tim kepolisian di lapangan, bus naas tersebut off control. “Kemungkinan off control, sebab kecepatan terlalu kencang. Penumpang juga overload. Kami sudah koordinasi dari Organda. Harusnya bus maksimal penumpang 55 orang, tapi diisi sampai 70 penumpang. Kalau keterangan dari Dishub, kendaraan itu memiliki kelayakan jalan dan normal,” paparnya.

Pihaknya menambahkan, sopir pengemudi bus naas juga telah diamankan oleh pihak kepolisian. Bahkan, sopir tersebut hanya mengalami luka ringan. “Kalau sopirnya sendiri mengalami luka ringan dan mendapatkan perawatan di RS Bhayangkara” pungkasnya. (ade/mha/mg21/ida/ce1)

Silakan beri komentar.