Bersihkan Mafia Hukum

162
AKSI MASSA : Mahasiswa Untidar menggelar demonstrasi menyikapi kasus yang membelit Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri Jumat (20/2) kemarin. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
AKSI MASSA : Mahasiswa Untidar menggelar demonstrasi menyikapi kasus yang membelit Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri Jumat (20/2) kemarin. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)
AKSI MASSA : Mahasiswa Untidar menggelar demonstrasi menyikapi kasus yang membelit Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri Jumat (20/2) kemarin. (PUPUT PUSPITASARI/RADAR KEDU)

MAGELANG – Perseteruan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Polri yang makin memanas, mendorong sejumlah mahasiswa Universitas Tidar Magelang (Untidar) menggelar aksi demontrasi Jumat, (20/2) siang.

Orasi dimulai dari kawasan Alun-alun Kota Magelang, berlanjut jalan kaki ke kawasan Pecinan, dan berakhir di depan gedung DPRD Kota Magelang. Mereka menuntut Presiden Joko Widodo untuk segera menyelesaikan permasalahan yang sedang membelit tanah air. Mereka khawatir kasus tersebut dapat memecah belah bangsa Indonesia.

“Kami hanya meminta, tegakkan hukum, bersihkan KPK dan Polri dari mafia hukum,” kata koordinator aksi, M. Choerul Imam, kemarin.

Dia mengatakan, banyak pola pelemahan pada komisioner KPK melalui jalur hukum seperti pelaporan-pelaporan seluruh komisioner KPK dan Deputi Pencegahan KPK melalui Bareskrim.

Adapun delegitimasi moral, salah satunya tuduhan pemalsuan dokumen maupun kemunculan foto-foto mesra Ketua KPK Abraham Samad, dan sebagainya.

“Kami tidak mendukung salah satu intitusi ataupun lembaga saja, kami mendukung semua, tapi kami antikoruptor,” jelasnya yang tak ingin mendiskreditkan salah satu elemen terkait kasus KPK versus Polri itu.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Magelang, Endi Darmawan berdialog dengan pengunjuk rasa. Endi berjanji akan mengirimkan surat tuntutan mahasiswa kepada DPR RI dan presiden. “Kami langsung mengirimkan suratnya melalui faksimil,” tuntasnya. (put/lis)