Warga Rusun Tunggu Janji Pemkot Semarang

273
BUTUH PEMBENAHAN: Penghuni rusunawa Bandarharjo menunjukkan kondisi atap yang retak dan bocor. (Hariyanto/Radar Semarang)
BUTUH PEMBENAHAN: Penghuni rusunawa Bandarharjo menunjukkan kondisi atap yang retak dan bocor. (Hariyanto/Radar Semarang)
BUTUH PEMBENAHAN: Penghuni rusunawa Bandarharjo menunjukkan kondisi atap yang retak dan bocor. (Hariyanto/Radar Semarang)

BANDARHARJO – Kondisi memprihatinkan tidak hanya terjadi di rumah susun sewa (rusunawa) Kaligawe saja. Atap bocor, dinding retak, serta fasilitas yang tidak memadai juga terjadi di rusunawa Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara. Terutama bangunan blok B.

Berdasar pantauan di lapangan, bangunan yang dihuni sejak 1998 lalu tersebut mengalami keretakan pada bagian sisi sebelah timur. Terlihat tulang besi kolom sebagai fondasi bangunan sudah berkarat.

Selain itu, atap juga terlihat sudah banyak yang ambrol akibat termakan usia dan tetasan air yang merembes. Bahkan, pada alas lantai bangunan juga banyak yang tergenang air akibat dari tetesan air dari atap.

Penghuni rusun lantai 2 blok B, Agustina mengakui bangunan rusun yang sudah ia tempati lebih dari lima tahun ini kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Dinding dan atap banyak yang sudah ambrol. ”Bak kamar mandi saya sering kemasukan kotoran dari serpihan bangunan yang rontok. Tidak hanya bak mandi saja, namun pada bagian ruangan kamar mandi juga selalu kotor akibat dari serpihan tembok baik dari atap maupun dari samping,” ungkap Ketua RT 7 TW 12, itu kepada Radar Semarang, Kamis (19/2) kemarin.

Dia mengatakan, petugas Pemkot Semarang sebelumnya sudah melakukan tinjauan. Ironisnya, hingga saat ini belum ada langkah perbaikan dari pemkot.
”Beberapa waktu lalu, ada yang melakukan peninjauan dan bertanya-tanya soal kondisi bangunan rumah susun di sini. Mereka mengaku dari Pemerintah Kota Semarang, tetapi tidak ada tindak lanjutnya untuk diperbaiki atau apalah hingga sekarang ini. Kami kira, setelah dilakukan peninjauan akan segera diperbaiki,” ujarnya kecewa.

Penghuni lantai 2, Surip, 58, mengatakan hal sama. Dia berharap ada perhatian dari pemkot. Sebab para penghuni sudah memenuhi kewajibannya membayar uang sewa setiap bulannya. ”Saya setiap bulannya membayar Rp 75 ribu. Kalau penghuni yang di atas lantai dua lebih murah lagi. Jadi semakin ke atas, biaya pembayaran sewa juga akan semakin lebih murah. Harapan saya pemerintah segera memperbaiki kerusakan dan segera mengatasi genangan air di lantai bawah supaya bisa dimanfaatkan untuk parkir secara maksimal,” harapnya.

Sementara Ketua RT 5 RW 12 Sopian yang tinggal di lantai 3 menyatakan, pemkot sudah berjanji bahwa bangunan rusunawa ini dalam waktu dekat akan diperbaiki. ”Proposal sudah diajukan dan warga tinggal menunggu realisasinya. Mungkin bulan April nanti sudah mendapat jawaban dan terwujudnya rencana pembangunan rusunawa ini,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Tata Kota dan Permukiman (DTKP) Kota Semarang, Agus Riyanto mengatakan kerusakan bangunan rusunawa Bandarharjo akan segera dilakukan perbaikan. ”Kami sudah mempersiapkan hal itu. Diperkirakan pada bulan April akan dilakukan perbaikan,” pungkasnya. (mha/zal/ce1)