NGECEK PASAR DARURAT : Ratusan pedagang Pasar Batang kecewa lantaran banyak bagian Pasar Darurat yang rusak begitu dilihat dari dekat lokasi yang akan dijadikan tempat relokasi, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)
NGECEK PASAR DARURAT : Ratusan pedagang Pasar Batang kecewa lantaran banyak bagian Pasar Darurat yang rusak begitu dilihat dari dekat lokasi yang akan dijadikan tempat relokasi, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)
NGECEK PASAR DARURAT : Ratusan pedagang Pasar Batang kecewa lantaran banyak bagian Pasar Darurat yang rusak begitu dilihat dari dekat lokasi yang akan dijadikan tempat relokasi, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)

BATANG–Pasar darurat yang berada di Desa Watusalit, Kecamatan/Kabupaten Batang, kondisinya sudah ada yang rusak. Padahal pasar darurat tersebut belum digunakan oleh 2039 pedagang. Proyek pasar darurat tersebut, baru saja diselesaikan akhir 2014 lalu, dengan nilai kontrak mencapai Rp 3,1 miliar.

Rencananya pasar darurat tersebut akan digunakan oleh pedagang Pasar Batang pada akhir Maret mendatang, hingga dua tahun mendatang. Namun belum juga ditempati, ternyata beberapa bagian sudah mengalami kerusakan, sehingga menimbulkan kekecewaan bagi para pedagang.

Adapun beberapa fasilitas pasar darurat yang sudah mengalami kerusakan, antara lain tandan tower penyangga air yang ambrol. Kerusakan terlihat saat air diisi penuh, untuk mengisi air pada bak mandi cuci kakus (MCK).Ternyata konstruksi pondasi tak cukup kuat sehingga ambrol dan hampir ambruk. Kerusakan lain juga dijumpai pada pondasi sejumlah kios yang mengalami retak serta beberapa atap yang bocor, serta jalan parkir yang ambles hingga beberapa meter.

“Saya harap pihak Pemkab Batang segera membenahi kerusakan pada pasar darurat, khususnya pada fasilitas MCK. Karena dari 5 lokasi MCK yang ada, kondisinya sangat memperihatinkan dan tidak dapat digunakan,” ungkap pedagang pakaian, Muryati, 37, warga Desa Kertanegaran.

Muryati juga mengatakan bahwa lokasi lahan parkir sebagian ambles setengah meter. Sehingga motor sulit untuk parkir. Menurutnya, sebelum pasar darurat digunakan, seharusnya Pemkab sudah membenahi semua keruskan. “Kalau lahan parkir masih rusak seperti itu, pembeli pasti tak mau datang ke pasar darurat. Terlebih banyak los pasar yang tanahnya juga ambles,” kata Muryati.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM, Kabupaten Batang, Jamal Naser, Kamis (19/2) siang kemarin, menjelaskan bahwa kerusakan pada tandon air dan beberapa kerusakan lain di pasar darurat sudah dilaporkan pada rekanan yang menangani proyek tersebut.

Menurutnya, semua kerusakan yang terjadi masih menjadi tanggung jawab pihak rekanan. Akan segera dibenahi sebelum digunakan oleh pedagang. “Kami akui, banyak pihak termasuk pedagang yang kecewa dengan kualitas bangunan pasar sementara tersebut. Hasil pekerjaan juga dinilai kurang rapi, seperti tiang kayu banyak yang tak lurus, paku-paku yang kurang rapi, sampai atapnya yang terbuat dari seng. Pemkab memaklumi kekecewaan pedagang,” kata Jamal Naser

Sementara itu, Wakil Bupati (Wabup) Batang, Soetadi, membenarkan kerusakan yang ada di pasar darurat tersebut. Bahkan Pemkab Batang juga telah menyampaikan permohonan maaf, terkait kekecewaan pedagang menempati lokasi baru di pasar darurat.
Menurutnya, pekerjaan konstruksi telah selesai 100 persen dan telah dilakukan serah terima tahap pertama. Namun pihak rekanan harus menyerahkan jaminan pemeliharaan sebesar 5 persen dari nilai kontrak, yang akan dimanfaatkan jika terjadi kerusakan hasil proyek selama masa pemeliharaan.

“Pejabat Pembuat Komitmen (PPKom) proyek tersebut, akan segera meminta rekanan untuk memperbaiki kerusakan yang ada. Karena masih ada jaminan pemeliharaan akan segera ditindaklanjuti dan kami minta maaf atas ketidaknyamanan pedagang,” tandas Soetadi. (thd/ida)