BARUSARI – Bangunan baru Pasar Bulu yang telah menjadi semimodern rupanya menjadi daya tarik daerah lain. Bangunan tiga lantai yang menelan anggaran hingga puluhan miliar itu akan menjadi percontohan daerah lain, seperti Kota Salatiga dalam membangun sebuah pasar tradisional.

Anggota DPRD Kota Salatiga, Budi Santoso mengatakan, pembangunan Pasar Bulu yang sekarang menjadi pasar semimodern bisa dijadikan percontohan pembangunan pasar di Salatiga.

”Kunjungan saya ke sini untuk belajar dalam hal pembangunan sebuah pasar. Memang pembangunan yang dibangun melalui APBD maupun APBN ini istilahnya ada kumpulan sisi positif dan negatif. Tapi jika melihat hasilnya seperti ini, saya juga ingin belajar dari pengerjaan pembangunan Pasar Bulu,” ungkap Ketua Komisi B DPRD Salatiga itu, saat mengunjungi bangunan Pasar Bulu, Rabu, (18/2) kemarin.

Menurutnya, kondisi fisik pasar yang sudah bagus harus diimbangi dengan peningkatan pengelolaan atau manajemennya. Dia menilai, masih ada beberapa sarana dan fasilitas yang kurang menunjang kenyamanan pedagang maupun pengunjung.

”Kalau masalah bangunan saya kira tidak ada. Hanya saja fasilitas lain seperti mesin ATM belum ada. Sedangkan petugas kebersihan dan petugas keamanan perlu ditingkatkan. Selain itu, lantai tiga yang dipergunakan untuk los pedagang hendaknya jangan dikotak-kotak. Kalau bisa dibuat los, sehingga pengunjung bisa leluasa melihat barang yang dicari,” terangnya.

Dia menambahkan, lokasi Pasar Bulu sangat strategis. Berada di jantung kota. Untuk lebih mengidupkan aktivitas pasar, menurutnya, pemerintah kota bisa mengadakan kegiatan di dalam pasar agar lebih menarik pengunjung. ”Pasar ini sangat strategis dekat dengan rumah dinas gubenur. Cukup potensi untuk semakin dikembangkan. Ini juga bangunan baru, sehingga perlu sering diadakan kegiatan seperti promo. Ini juga untuk mensrik pengunjung dan investor. Selain itu, komunikasi antara pedagang dengan dinas juga harus aktif,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Kebersihan dan Pemeliharaan Dinas Pasar Kota Semarang, Nurkholis, yang turut mendampingi kunjungan tersebut, mengatakan, kunjungan Komisi B DPRD Kota Salatiga ini merupakan sharing dalam pembangunan dan pengerjaan pasar. ”Anggaran pembangunan Pasar Bulu memang hasil sharing antara pusat, provinsi dan kota. Sehingga dalam penandatanganan PPK (pejabat pembuat komitmen) juga ada dua pihak. Dari Jateng dan Kota. Jadi kedatangan mereka juga belajar dari penggunaan anggaran pembangunan pasar ini,” pungkasnya. (mha/zal/ce1)