GEDUNG BERLIAN – Kalangan DPRD Jawa Tengah menyinyalir banyak organisasi masyarakat (Ormas) di Jawa Tengah yang belum terdaftar di pemerintah daerah setempat. Akibatnya, keberadaan mereka sulit teridentifikasi sehingga tidak dapat dikontrol oleh instansi yang berwenang.

”Pemerintah perlu melakukan pendataan ulang terutama terhadap keberadaan LSM (lembaga swadaya masyarakat) yang ada di Jateng. Saya melihat saat ini mudah sekali orang buat LSM,” ungkap Anggota Komisi A DPRD Jateng, Sriyanto Saputro kepada Radar Semarang.

Selain kepada pemerintah, Sriyanto juga berharap kepada LSM maupun ormas yang merasa belum terdaftar untuk segera mendaftarkan diri ke Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Jateng.

Menurutnya, dengan didaftarkan paling tidak akan diketahui pengurus maupun kantor sekretariatnya. ”Termasuk juga ormas yang sudah didaftarkan di pusat, perlu mendaftarkan ke pemerintah daerah jika memang ada kantor cabangnya,” kata dia.

Hal yang tak jauh beda juga diungkapkan anggota Komisi A DPRD Jawa Tengah, Samsul Bahri. Ia mengatakan, banyak ormas di Jateng yang kini hanya terdengar namanya, namun minim kegiatan. Hal ini ditengarai akibat kurangnya anggaran. ”Saya kira ormas-ormas itu perlu dilakukan pembinaan untuk membantu pembangunan di Jateng,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Kesbangpolinmas Jateng, Sri Surami mengatakan, saat ini pihaknya sedang melakukan pendataan kembali ormas yang ada di Jateng. Ia membeberkan saat ini jumlah ormas yang terdaftar di provinsi ini sebanyak 400 lembaga. ”Kami juga sudah membentuk forum ormas di Jateng,” katanya.

Ditambahkan Surami, pendataan dilakukan untuk mengetahui keberadaannya sekaligus status hukumnya. Jika ormas tersebut jelas status hukumnya dan memiliki Surat Keterangan Terdaftar (SKT), maka ormas tersebut dapat menerima haknya seperti bantuan pembinaan dari pemerintah.

”Kami mengimbau, ormas yang melakukan perombakan pengurus maupun pindah sekretariat bisa langsung dilaporkan ke Badan Kesbangpolinmas. Sehingga segera mendapat SKT itu,” tandas Surami. (fai/aro/ce1)