SEMARANG – Tiongkok mengambil alih peran Saudi Arabia sebagai pemasok barang impor terbesar ke Jawa Tengah pada awal tahun ini. Perayaan Imlek kemarin, menjadi salah satu pendorong meningkatnya impor dari Tiongkok.

“Memang kami belum mengumpulkan data pastinya terkait apakah perayaan Imlek menjadi penyebab tingginya impor dari Tiongkok. Tapi hal tersebut bukan tidak mungkin, karena perayaan yang jatuh pada Februari, persiapan pasokan kebutuhan yang dari impor biasanya sebulan atau dua bulan sebelumnya,” papar Kepala Bidang Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng Jamjam Zamasycahri, kemarin (19/2).

Awal tahun ini, total barang impor yang dibongkar di pelabuhan Jawa Tengah tercatat sebesar 280,29 juta dolar AS, meningkat sebesar 86,49 juta dolar AS bila dibandingkan dengan impor pada Desember 2014.

Sedangkan impor dari Arab Saudi ke Jawa Tengah pada awal tahun ini tercatat sebesar 212,69 juta dolar AS . Jumlah tersebut turun sebesar 67,48 juta dolar AS bila dibandingkan impor bulan Desember 2014. Demikian halnya dengan impor dari Singapura yang turun sebesar 15,07 juta dolar AS dari bulan Desember yang sejumlah 102,95 juta dolar AS.

Pada awal tahun ini, impor Jawa Tengah dari sepuluh negara impor utama mengalami penurunan sebesar 75,61 juta dolar AS dibanding Desember 2014. Penurunan tersebesar berasal dari Nigeria. Yaitu sebesar 118,93 juta dolar AS.

Kemudian untuk komoditas, produk mineral pada Januari memberikan kontribusi terbesar terhadap total impor Jawa Tengah dengan market share sebesar 41,38 persen. Kelompok komoditas lainnya yaitu mesin dan pesawat mekanis sebesar 21,84 persen serta tekstil dan barang tekstil sebesar 13,57 persen. (dna/smu)