BI Rate Turun, Penjualan Rumah Stagnan

167

SEMARANG- Penurunan suku bunga acuan bank atau BI Rate dari 7,75 persen menjadi 7,5 persen dinilai belum mampu mendongkrak penjualan rumah dengan sistem Kredit Perumahan Rakyat (KPR). Pasalnya, penurunan BI Rate sebesar 25 basis poin ini tak akan berpengaruh terlalu besar pada suku bunga kredit perbankan.

Ketua DPD REI Jateng, MR Priyanto mengatakan, dari pengalaman yang sudah-sudah, penjualan rumah tetap stagnan meski BI rate turun. Apalagi, dengan penurunan BI Rate tersebut, perbankan tak serta merta ikut menurunkan suku bunga kreditnya. “Biasanya penyesuaian penurunan suku bunga kredit itu butuh waktu lama, dan itu pun sangat kecil,” katanya, kemarin.

Terlebih, lanjutnya, perbankan selama ini sudah menetapkan suku bunga KPR di atas BI Rate, dengan kisaran 11-17 persen. Suku bungan kredit perbankan tersebut diterapkan pada KPR perumahan komersil atau menengah ke atas. “Jika penurunan BI Rate sampai 1 persen mungkin akan sedikit banyak memberikan dampak terhadap penurunan suku bunga KPR,” ujarnya.

Menurutnya, meski penurunan BI Rate cukup kecil, DPD REI Jateng sangat mengharapkan perbankan segera menyesuaikan besaran suku bunga KPR. Namun di lain sisi, pihaknya lebih berharap pada kestabilan suku bunga itu sendiri. “Kalau suku bunga stabil, maka calon pembeli rumah tidak perlu khawatir dalam membeli rumah dengan sistem kredit. Kalau seperti sekarang ini kan masih naik turun, jadi masyarakat masih was-was, jangan-jangan sewaktu-waktu suku bunga naik. Nah, itu yang dikhawatirkan,” ungkapnya.

Sementara, untuk perumahan dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) atau rumah bersubsidi, saat ini pihak REI sedang memperjuangkan supaya suku bunga KPR yang sebelumnya 7,25 persen bisa turun menjadi 5 persen. “Saat ini kita sedang mengupayakan kepada pemerintah supaya suku bunga KPR FLPP bisa diturunkan. Yang kita usulkan adalah 5 persen. Tapi kemungkinan yang akan disetujui 6,25 persen,” jelasnya.

Ditambahkan, dengan penurunan suku bunga KPR FLPP, akan sangat membantu dalam program 1 juta rumah di Indonesia. Untuk DPD REI Jateng sendiri mentargetkan membangun 8200 unit rumah bersubsidi. (aln/jpnn/smu)