DOK. PRIBADI
DOK. PRIBADI
DOK. PRIBADI

MENJADI wakil Jateng pada ajang Pemilihan Puteri Indonesia 2015 mungkin tak pernah terbayangkan sebelumnya oleh Anindya Kusuma Putri. Maklum, sebelumnya gadis ini berpenampilan tomboi. Namun dengan potensi yang dimiliki, kini Anin –sapaan akrabnya— berharap mampu memberikan penampilan terbaiknya untuk membawa pulang mahkota Puteri Indonesia 2015.

Saat ini, mantan Presiden AIESEC Undip ini sedang mengikuti masa karantina di Jakarta. Jumat (20/2) malam ini adalah malam penentuan. Dia harus bersaing dengan 37 finalis lainnya dari perwakilan provinsi di Indonesia untuk menjadi Puteri Indonesia. Penghobi badminton ini berharap bisa mengulang sukses wakil Jateng saat meraih mahkota Puteri Indonesia pada 2011.

”Bagi saya, Pemilihan Puteri Indonesia merupakan ajang bergengsi yang mencari sosok wanita inspiratif,” katanya kepada Radar Semarang.

Melalui Puteri Indonesia, Anin yang tercatat sebagai mahasiswi Teknik Planologi Universitas Diponegoro (Undip) tahun 2010 ini, membulatkan tekadnya untuk menjadi cermin keanggunan Indonesia dan inspirasi bagi seluruh masyarakat Indonesia. Gadis berusia 23 tahun ini sudah tercatat sangat aktif dalam mengembangkan diri dan menjadi inspirasi bagi sekitarnya sejak ia duduk di bangku SD.

Tak heran, gadis yang dikenal anggun, memiliki attitude yang baik, aktif di berbagai organisasi, open minded, pandai bergaul, dan bertalenta ini memiliki segudang prestasi membanggakan.

Anin tercatat menyandang gelar sebagai Gadis Sampul 2008, IM3 Youth Ambassador 2009, presenter Jejak Petualang Trans7 (2011), Presiden AIESEC Universitas Diponegoro 2013 – 2014, Indonesia Participating Youth and Chairman of Solidarity Group of The 41st Ship for Southeast Asian & Japanese Youth Program (SSEAYP) 2014, dan 4 Besar Mahasiswa Terbaik Fakultas Teknik Undip 2014.

Dia juga menjadi artis pendukung dalam film layar lebar ”Kukejar Cinta ke Negeri Cina”. Tidak hanya itu, prestasi pun ia torehkan melalui beberapa kejuaraan bergengsi di bidang musik, bulu tangkis, dan basket.

Tentunya pencapaian tersebut tidak Anin capai melalui proses yang instan. Gadis kelahiran Semarang, 3 Februari 1992 ini selalu menikmati setiap proses kehidupannya dengan memegang teguh nilai-nilai positif.

”Disiplin, fokus, menghargai waktu, selalu memberikan yang terbaik di setiap pikiran dan tindakan, bersikap baik dan tulus terhadap semua orang penting dilakukan, karena saya bukanlah yang paling baik, dan memiliki keinginan belajar yang kuat di mana pun; kapan pun; dan dengan siapa pun,” papar Anin penuh semangat dalam menceritakan perjalanan hidupnya.

Dia menambahkan, kini saatnya wanita Indonesia melanjutkan perjuangan Ibu Kartini, dalam memegang nilai-nilai keindahan Indonesia yang tecermin dalam diri wanita. ”Keindahan alami tidak hanya dari wajah atau fisik saja, tetapi ia datang dari keanggunan hati, pikiran, dan sikap. Hal itu yang menginspirasi saya untuk menjadi wanita Indonesia yang sesungguhnya untuk membawa Indonesia ke dunia,” tutur Anin.

Berbagai dukungan pun tak hentinya mengalir dari berbagai pihak. Tidak hanya dari keluarga dan teman-temannya, tetapi juga dari berbagai organisasi dan komunitas, civitas akademika Undip, dan masyarakat Jateng. Hal ini semakin memantapkan langkah Anin untuk membawa kembali mahkota Puteri Indonesia untuk Jateng.

Dukungan kepada Anin pun dapat dilayangkan oleh seluruh masyarakat melalui vote SMS, dengan cara ketik PPIK (spasi) JAWA TENGAH dan kirim ke 98888 (Telkomsel) atau 7288 (XL dan Indosat). Malam final Pemilihan Puteri Indonesia 2015 bakal disiarkan secara live di Indosiar malam ini mulai pukul 20.00. (ric/aro/ce1)