JADI ARANG: Petugas Inafis Polrestabes Semarang saat mengevakuasi korban Listyono. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
JADI ARANG: Petugas Inafis Polrestabes Semarang saat mengevakuasi korban Listyono. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
JADI ARANG: Petugas Inafis Polrestabes Semarang saat mengevakuasi korban Listyono. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

SAWAH BESAR – Nasib tragis dialami Listyono, 35, warga Kampung Batursari IV RT 6 RW 3 Kelurahan Sawah Besar, Gayamsari, Semarang. Ia tewas terpanggang setelah rumah orang tuanya ludes terbakar, Rabu (18/2) dini hari. Diduga kebakaran akibat obat nyamuk yang dinyalakan.

Ketua RT 6 RW 3 Sawah Besar, Lamino, mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 03.00. Saat itu, rumah dihuni tiga orang. Mereka adalah pasangan suami istri pemilik rumah, Senin, 58, dan Maritem, 56, serta anaknya, Listyono, 35. Dua orang berhasil menyelamatkan diri. Sementara Listyono tak mampu menghindar dari kobaran api akibat menderita penyakit stroke.

”Listyono saat kejadian sedang tiduran di ranjang, dia tak mampu menyelamatkan diri lantaran sakit stroke,” jelas Lamino kepada Radar Semarang.

Pemilik rumah, Senin, ‎mengaku, kebakaran itu terjadi sekitar pukul 03.00. Namun, dirinya tidak mengetahui secara pasti penyebab kebakaran yang meludeskan rumahnya.

”Saya tidak tahu sumber api dari mana? Saya terbangun setelah mendengar warga berteriak-teriak kalau ada api muncul dari atap rumah saya. Dibantu warga, saya berusaha memadamkan api, tapi api terus membesar,” kata Senin, yang mengalami luka bakar di bagian tangan.

Istri Senin, Maritem, mengalami‎ luka bakar pada kaki dan tangan saat dievakuasi warga. Ia diselamatkan oleh warga dalam kondisi api sudah membesar dan meludeskan sebagian rumah.

Petugas Dinas Kebakaran Kota Semarang sempat menerjunkan tiga unit mobil pemadam kebakaran. Kebakaran berhasil dijinakkan beberapa jam kemudian.

Kapolsek Gayamsari, Kompol Dili Yanto saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kejadian tersebut. Kesaksian dari warga dan pemilik rumah telah dihimpun. ”Belum dapat dipastikan penyebabnya. Dugaan awal api berasal dari obat nyamuk. Tapi masih kami selidiki,” katanya. (mha/aro/ce1)