HANYUT : Warga menunjukkan lokasi Shohirin penambang pasir yang tenggelam di Sungai Kalikuto, Desa Mentosari, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)
HANYUT : Warga menunjukkan lokasi Shohirin penambang pasir yang tenggelam di Sungai Kalikuto, Desa Mentosari, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)
HANYUT : Warga menunjukkan lokasi Shohirin penambang pasir yang tenggelam di Sungai Kalikuto, Desa Mentosari, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)

BATANG-Hujan deras yang turun tiada henti sejak pagi kemarin, mengakibatkan terjadinya banjir bandang di Sungai Kalikuto, Desa Mentosari, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang. Derasnya Sungai Kalikuto mengakibatkan seorang penambang pasir atas nama Shohirin bin Sukandar, 36, warga Desa Mentosari RT 01 RW01, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, hanyut terseret arus sungai, pada Selasa (17/2) pagi kemarin.

Kejadian tersebut bermula saat Selasa (17/2) pagi kemarin, pukul 07.45. Hari itu, Shohirin bersama beberapa rekannya sesama penambang pasir hendak memulai kegiatan menambang di Sungai Kalikuto. Namun pagi itu, tidak seperti biasanya, Shohirin sudah melakukan aktivias menambang dengan menggali pasir agak ke tengah sungai.

Ketika rekan kerja Shohirin sedang menyiapkan cangkul dan bak pasir, untuk memulai menambang, tiba-tiba datang banjir bandang dari arah selatan menuju utara. Meski semua rekan kerja Shohirin berteriak ada banjir bandang datang, namun Shohirin tidak mendengarnya. Akibatnya, Shohirin tenggelam dan ikut terseret arus saat menambang.

Ruslani, 42, warga Desa Mentosari, Kecamatan Gringsing, yang melihat Shohirin dari jarak jauh di tepi sungai mengungkapkan bahwa pagi itu Shohirin bekerja sendiri dengan menggunakan ban untuk mengangkut pasir. Namun setelah ban yang bermuatan pasir dibawa ke tepi, tiba-tiba Shohirin tenggelam terseret arus sungai.

“Waktu itu masih pukul 06.30 pagi, masih sedikit warga yang menambang. Begitu melihat Shohirin tenggelam, warga hanya bisa berteriak,” ungkap Ruslani.

Kata Ruslani, pagi itu juga warga langsung melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Gringsing untuk memberitahukan dan meminta bantuan penyelamatan. “Mungkin karena siangnya hujan, Shohirin menambang agak pagi. Tidak tahunya malah ada banjir bandang dari arah selatan,” kata Ruslani.

Sementara itu, Kapolsek Gringsing Polres Batang,AKP Akhmad Al Munasifi menjelaskan bahwa kronologis kejadian bermula saat warga melihat dan melaporkan salah satu penambang pasir atas nama Shohirin. “Setelah korban terseret arus Sungai Kalikuto, yang tertinggal hanya topi dan ban yang bermuatan pasir tersebut,” jelas AKP Akhmad.

AKP Akhmad juga menandaskan bahwa atas kejadian tersebut pihak Polsek Gringsing langsung berkoordinasi dengan Basarnas Kabupaten Batang untuk melakukan pencarian. Yakni, mengerahkan 15 personel anggota Polsek Gringsing dan 20 anggota SAR.
“Hingga kini mayat korban belum ditemukan. Pencarian yang dilakukan oleh Polsek dan Basarnas Batang sementara dihentikan, karena derasnya hujan dan arus Sungai Kalikuto. Rencananya, besok akan dilanjutkan pencariannya,” tegas AKP Akhmad. (thd/ida)