AKAN DIKEBUT: Pekerja melakukan perbaikan di ruas tol Semarang-Ungaran beberapa waktu lalu. Saat ini proses pembangunan ruas tol Bawen-Solo terus disiapkan untuk mengejar target selesai pada 2016. (Ricky Fitriyanto/Radar Semarang)
AKAN DIKEBUT: Pekerja melakukan perbaikan di ruas tol Semarang-Ungaran beberapa waktu lalu. Saat ini proses pembangunan ruas tol Bawen-Solo terus disiapkan untuk mengejar target selesai pada 2016. (Ricky Fitriyanto/Radar Semarang)
AKAN DIKEBUT: Pekerja melakukan perbaikan di ruas tol Semarang-Ungaran beberapa waktu lalu. Saat ini proses pembangunan ruas tol Bawen-Solo terus disiapkan untuk mengejar target selesai pada 2016. (Ricky Fitriyanto/Radar Semarang)

SEMARANG – Proses pembangunan tol Bawen-Solo sesi III dan seterusnya bakal dimulai tahun ini. Meski begitu, sejumlah kendala masih tetap menjadi persoalan untuk merampungkan pembangunan ruas tol tersebut. Salah satunya adalah masalah lahan yang masih belum dibebaskan seluruhnya, dan masih ada kendala dengan adanya fasilitas umum dan sosial.

Direktur Teknik dan Operasional PT Trans Marga Jateng (TMJ), Ari Nugroho mengatakan, masalah fasilitas umum sekarang masih belum rampung. Ia mencontohkan pembangunan yang melintasi SD Klepu. Secara umum, lahan sudah dibebaskan dan sudah ada penggantinya. ”Tapi pembangunan tersendat, karena di lahan pengganti belum dibangun sekolah pengganti. Akhirnya mau tidak mau pembangunan belum bisa maksimal,” katanya.

Ia berharap agar pemerintah bisa secepatnya menyelesaikan pembebasan lahan sepenuhnya. Mulai dari pembebasan lahan, penggantian fasilitas umum maupun fasilitas sosial. Pihaknya berharap agar lahan yang diterima untuk pembangunan jalan tol itu sudah clear and clean. ”Jadi begitu kami membangun fisik, semua bisa cepat rampung. Tidak perlu menunggu lahan atau belum beresnya fasilitas umum, tinggal membangun saja,” tambahnya.

PT TMJ dipastikan membangun tol Semarang-Solo seksi III untuk ruas Bawen-Salatiga pada tahun ini. Saat ini proses pembangunan jalan sepanjang 17,30 km tersebut, tinggal menunggu tahap lelang. Pembangunan ditargetkan mulai tahun ini dan rampung 2016 mendatang.

Selanjutnya, pembangunan bakal dilanjutkan seksi IV ruas Salatiga-Boyolali sepanjang 24,13 km dan seksi V untuk ruas Boyolali-Kartosuro sepanjang 72,64 km. Pembangunan tol Bawen-Solo ditargetkan rampung 2017. Sehingga jalan tol mulai dari Semarang-Solo sepanjang 72,64 km bisa dioperasikan 2018 mendatang. ”Kalau pembangunan fisik selesai langsung diuji kelayakannya oleh kementerian. Begitu dinyatakan layak baru kemudian dibuka untuk umum,” tambahnya.

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jawa Tengah, Hadi Santoso menilai Pemprov Jateng terkesan lamban dalam pembangunan tol Semarang-Solo. Ia mengkritik pembangunan yang tidak kunjung rampung, meski sudah tiga periode pergantian Gubernur Jateng. ”Dulu tahun 2012 sudah diicanangkan pembangunan jalan tol selesai. Tapi ternyata sampai sekarang tetap belum rampung dan terus molor,” katanya.

Politisi PKS ini menambahkan, dengan keterlambatan pembangunan tentu akan memengaruhi biaya yang dikeluarkan. Selain itu, ia juga khawatir, ketika tidak kunjung selesai, masyarakat yang sudah dibeli lahannya kembali menempati. Sebab, lamanya proses pembangunan, membuat masyarakat Jateng lupa jika ada pembangunan tol Bawen-Solo. ”Jika diamati, dari sekian banyak proyek pemprov hampir sebagian besar terkendala pembebasan lahan. Mestinya ada terobosan agar pembangunan tidak berlarut-larut,” tambahnya. (fth/ric/ce1)