Pedagang Di-Deadline 3 Hari

169
SIAP DITEMPATI: Lantai II Pasar Inpres sudah dipetak-petak dan diberi nomor untuk tempat relokasi pedagang Pasar Peterongan. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
SIAP DITEMPATI: Lantai II Pasar Inpres sudah dipetak-petak dan diberi nomor untuk tempat relokasi pedagang Pasar Peterongan. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)
SIAP DITEMPATI: Lantai II Pasar Inpres sudah dipetak-petak dan diberi nomor untuk tempat relokasi pedagang Pasar Peterongan. (ADITYO DWI/RADAR SEMARANG)

PETERONGAN – Para pedagang Pasar Peterongan segera direlokasi ke bangunan Pasar Inpres. Dinas Pasar Kota Semarang telah melakukan pengundian lapak di tempat relokasi yang disediakan. Pedagang di-deadline alias diberi waktu tiga hari setelah pengundian untuk segera menempati lapak tersebut. Setelah relokasi, bangunan Pasar Peterongan segera diruntuhkan guna dibangun kembali.

Pantauan Radar Semarang di lantai II Pasar Inpres kemarin, petugas Dinas Pasar sudah memberi nomor di setiap petak. Ukuran petak 1,5 x 2 meter, dengan jumlah 104 lapak.

Kepala Pasar Peterongan, Waspodo, mengatakan, jumlah pedagang yang akan direlokasi di Pasar Inpres lantai II sebanyak 103 pedagang. Mereka sebelumnya berjualan di Jalan Peterongan Raya atau di belakang Pasar Peterongan. Penempatan lapak di tempat relokasi juga dilakukan dengan cara pengundian. Pengundian lapak dilakukan Rabu (18/2) kemarin.

”Total pedagang 103 orang. Sedangkan jumlah lapak 104 titik. Jadi ada kelebihan satu lapak. Mereka adalah pedagang aksesori, buah, bumbon, hasil bumi, daging, ikan laut, dan ayam potong,” ungkapnya kepada Radar Semarang, Rabu (18/2).

Dia mengatakan, pengundian lapak ini untuk menghindari gejolak di kemudian hari. Sebelumnya, dia bersama Dinas Pasar telah melakukan sosialisasi kepada para pedagang sebanyak 5 kali dengan melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, RT, RW, hingga aparat Kelurahan Peterongan terkait rencana revitalisasi pasar.

”Pengundian lapak dilakukan supaya adil, tidak menimbulkan protes, dan tidak menimbulkan gejolak di kemudian hari. Para pedagang yang sudah melakukan pengundian, dan mendapatkan lapak bisa secepatnya menempati. Paling tidak tiga hari setelah pengundian segera pindah ke lantai II Pasar Inpres, supaya pemborong bisa lebih cepat mengerjakan Pasar Peterongan,” terangnya.

Kabid Perencanaan dan Pembangunan, Dinas Pasar Kota Semarang, Nurcholis, mengatakan, pembangunan tempat relokasi pedagang menelan biaya sebesar Rp 2,5 miliar. Dana itu diambilkan dari anggaran total pembangunan Pasar Peterongan yang mencapai Rp 35 miliar melalui APBD murni 2015.

”Pedagang minta direlokasi di tempat yang tidak jauh dari Pasar Peterongan. Alternatifnya satu-satunya ya di Pasar Inpres. Pembuatan lapak ini juga untuk mengakomodasi pedagang yang akan direlokasi di Pasar Inpres dengan jumlah pedagang Pasar Peterongan sebanyak 569 orang. Kalau tidak diundi, nantinya para pedagang akan rebutan,” katanya. (mha/aro/ce1)