DIPERIKSA : Ratna saat diperiksa di Mapolres Pekalongan, Rabu (18/2) kemarin. (Dokumen Polres Pekalongan For Rase)
DIPERIKSA : Ratna saat diperiksa di Mapolres Pekalongan, Rabu (18/2) kemarin. (Dokumen Polres Pekalongan For Rase)
DIPERIKSA : Ratna saat diperiksa di Mapolres Pekalongan, Rabu (18/2) kemarin. (Dokumen Polres Pekalongan For Rase)

KAJEN-Kesulitan mencukupi kebutuhan, ibu dua anak, Purnama Ratna Putri, 24, nekat menjadi kurir narkoba. Warga Krapyak Lor, Kota Pekalongan tersebut diringkus saat akan melakukan transaksi di kamar Hotel Dian Citra, Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan.

Dari tangan tersangka, petugas Satuan Narkoba Polres Pekalongan berhasil mengamankan barang bukti berupa satu paket ganja siap pakai. “Saya sebenarnya sudah tidak mau, tapi saya dipaksa sama Andi. Saya juga baru kali ini,” ungkapnya di Mapolres Pekalongan, Rabu (18/2) kemarin.

Anak seorang pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkot Pekalongan itu mengaku, dirinya dijanjikan imbalan Rp 200 ribu. Sedangkan satu paket ganja itu akan dijual dengan harga Rp 50 ribu. Namun belum sempat menerima imbalan, Ratna yang pernah menjadi pengguna narkoba semasa SMA, diringkus polisi duluan.

“Dulu pernah pakai, sekarang saya tidak. Saya mau (menjadi kurir, red) karena hanya menggantikan. Soalnya yang biasa mengantar tidak bisa. Barang itu untuk orang namanya Rizal,” papar wanita yang drop out (DO) dari universitas terbuka di Pekalongan.

Kapolres Pekalongan, AKBP Indra Krismayadi mengatakan, pihaknya terus berupaya melakukan pemberantasan narkoba. “Begitu ada informasi akan ada transaksi narkoba di sebuah hotel di Kecamatan Wiradesa, kami langsung bertindak,” terangnya.
Menurutnya, penangkapan dilakukan pada Selasa (17/2) lalu, sekitar pukul 22.30. Barang bukti yang diamankan satu paket kecil ganja seharga Rp 50 ribu. Atas perbuatan itu, ‎pelaku dijerat pasal 111 junto 114 KUHP dan undang-undang nomor 3 tahun 2009 dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara.

Kasat Narkoba, AKP Joko Sutopo menyampaikan, sepanjang 2015 pihaknya telah menangani empat kasus narkotika. “Selama bulan ini, ada dua kasus. Sedangkan bulan lalu dua kasus,” jelasnya. (hil/ida)