”Apakah ada faktor kesengajaan dari aksi ”nyegat” pakai tongkat yang dilakukan oleh Brigadir AW. Kalau ada faktor kesengajaan, itu tidak boleh. Pasti kami tindak.”
Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Djihartono

BARUSARI – Insiden pemukulan seorang pengendara cewek yang dilakukan oleh anggota Satlantas Polsek Pedurungan, Brigadir AW, menggunakan tongkat polisi, rupanya tidak berhenti pada sanksi ringan berupa teguran saja. Penyidik Propam Polrestabes Semarang masih menelusuri kasus tersebut.

Pengembangan pemeriksaan tersebut untuk menelusuri apakah Brigadir AW mengarah kepada unsur tindak pidana atau bukan. Sejauh ini, AW telah diberikan teguran keras oleh Propam Polrestabes Semarang. ”Masih terus dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Apakah ada faktor kesengajaan dari aksi ”nyegat” pakai tongkat yang dilakukan oleh Brigadir AW. Kalau ada faktor kesengajaan, itu tidak boleh. Pasti kami tindak,” kata Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Djihartono, Selasa (17/2).

Dikatakan Djihartono, bahwa anggota di lapangan diperbolehkan membawa tongkat polisi saat menggelar operasi rutin. ”Jangankan tongkat, senjata (senjata api, Red) pun boleh apabila memiliki dan mempunya hak memakai,” katanya.

Selain itu, Djihartono juga mempertanyakan kenapa korban saat berhadapan dengan operasi itu berusaha melarikan diri dan menerobos barisan polisi. ”Dari kacamata kami, ada beberapa faktor kenapa pengendara tidak mau berhenti. Bisa jadi dia pelaku kejahatan, motornya hasil kejahatan, surat-surat tidak ada, atau bisa juga dia pelaku tabrak lari,” katanya.

Djihartono mengimbau kepada masyarakat untuk membudayakan tertib berlalu lintas. Jika mendapati operasi rutin tidak usah takut, berhenti saja. ”Kalau melarikan diri justru membahayakan diri sendiri dan pengendara lain,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Brigadir AM melakukan pemukulan terhadap seorang cewek pengendara saat melintas di Jalan Fatmawati, Pedurungan, Rabu (4/2) lalu, sekitar pukul 07.00. AM saat itu satu di antara anggota Satlantas Polsek Pedurungan yang menggelar operasi penertiban di jalan tersebut. Sedangkan cewek pengendara itu melintas dengan mengendarai motor tanpa pelat nomor. Brigadir AM mencoba menghentikan cewek pengendara tersebut. Namun, cewek pengendara itu berusaha menghindar. Spontan, Brigadir AM melayangkan tongkat polisi yang terbuat dari kayu ke arah korban. Pukulan keras itu mendarat di bagian tangan sang cewek pengendara tersebut, hingga mengalami luka memar kesakitan dan dirawat di RS Bhayangkara. (amu/zal/ce1)