POTENSI: Kawasan Tambaklorok yang rencanananya akan dijadikan objek wisata bahari. (Adityo Dwi/Radar Semarang)
POTENSI: Kawasan Tambaklorok yang rencanananya akan dijadikan objek wisata bahari. (Adityo Dwi/Radar Semarang)
POTENSI: Kawasan Tambaklorok yang rencanananya akan dijadikan objek wisata bahari. (Adityo Dwi/Radar Semarang)

BALAI KOTA – Upaya Pemkot Semarang menjadikan kawasan Tambaklorok menjadi kampung bahari, mendapat dukungan DPRD Kota Semarang. Kalangan dewan menganggap kawasan Tambaklorok memiliki nilai adat dan budaya yang harus dijaga dan dilestarikan.
”Saya mendukung rencana itu. Pemkot memang perlu memiliki wisata bahari. Sehingga bisa menambah destinasi baru objek wisata di Kota Semarang. Selain itu kawasan Tambaklorok juga mempunyai potensi yang bagus bila dikembangkan jadi objek wisata bahari,” ungkap Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo kepada Radar Semarang, Selasa, (17/2) kemarin.

Menurutnya, nilai-nilai tradisi dikampung nelayan yang nantinya akan dijadikan kampung bahari tersebut merupakan aset kebudayaan yang perlu dilestarikan dan dijaga. Sehingga nantinya diharapkan bisa menjadikan daya tarik para wisatawan domestik maupun mancanegara. ”Saya juga melihat antusias warga Tambaklorok sangat tinggi dalam berbagai kegiatan. Seperti halnya kegiatan sedekah laut. Itu kan juga merupakan adat kebudayaan. Itu harus dipertahankan supaya menjadi daya tarik tersendiri. Saya juga yakin dinas pariwisata juga sudah mempunyai gambaran baik terkait kegiatan maupun rencana lainnya dari sisi potensi wisata di kawasan Tambaklorok nantinya,“ terangnya.

Sebagai Ketua Pansus Rencana Induk Pengembangan Pariwisata DPRD Kota Semarang, pihaknya akan selalu mendorong adanya kawasan pengembangan pembangunan kepariwisataan di Kota Semarang, seperti wisata bahari. ”Sekarang agenda pansus itu masih pembahasan. Kita dukung soal objek wisata bahari. Materi pembahasan kami itu secara umum soal desain besar pengembangan kepariwisataan. Kota Semarang butuh desain ini. Sehingga memungkinkan sekali Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) kita arahkan ke kawasan Tambaklorok dan Trimulyo,” pungkasnya. (mha/zal/ce1)