UNGARAN – Pemerintah Kabupaten Semarang diminta segera melaksanakan pelarangan penjualan minuman beralkohol (mihol) atau minuman keras (miras). Sebab Kementerian Perdagangan RI telah menyampaikan pelarangan penjualan mihol dan miras dibawah 5 persen. Namun kenyataannya sekitar 60 persen toko modern di Kabupaten Semarang masih menyediakan minuman beralkohol 5 persen.

Anggota DPRD Kabupaten Semarang, Said Riswanto mengatakan, kemungkinan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Semarang membolehkan tentang minuman beralkohol 5 persen. Sebab di sejumlah toko modern masih menjual mihol 5 persen. Kendati demikian menurut Said, jika ada peraturan di atasnya yang melarang tentunya daerah harus mengkuti aturan tersebut.
“Sekalipun dalam Perda masih membolehkan penjualan mihol 5 persen, tapi kalau aturan diatasnya tidak membolehkan tentu di daerah harus mengikutinya. Pemerintah Kabupaten Semarang semestinya segera melakukan pantauan, pengawasan dan melarang penjualan mihol tersebut,” kata Said, Selasa (17/2) kemarin.

Said mengatakan, hasil pantauan di lapangan pihaknya memprediksi ada sekitar 60 persen toko modern di Kabupaten Semarang menjual mihol. Semestinya, pemerintah segera melakukan pelarangan dengan mengirim surat ke sejumlah toko modern. Jika nantinya toko modern masih tetap berjualan mihol maka harus dilakukan penindakan oleh Satpol PP. “Pemkab harus proaktif sebab aturan dibuat untuk membatasi akses masyarakat dalam memperoleh mihol. Saya setuju jika ada larangan penjualan miras di tempat umum, sebab untuk kepentingan generas muda kita agar tidak rusak mental dan kesehatan,” imbuhnya.

Bupati Semarang, Mundjirin mengatakan, sebenarnya sejak awal sudah ada larangan menjual belikan minuman beralkohol, di dekat tempat ibadah dan sekolah. Dalam aturan tersebut juga telah di atur jarak antara toko minuman beralkohol dengan tempat ibadah maupun sekolah. “Kalau ada minimarket atau hotel bintang satu berjualan itu tidak boleh. Sebab yang diizinkan menjual minuman beralkohol hanya hotel bintang lima saja. Kalau (toko modern) tetap ngeyel berjualan, izinnya dicabut,” tandasnya. (tyo/fth)