Was-was Padi Terendam Banjir

134
MENANAM : Sejumlah petani di Kendal menamam padi. Mereka khawatir akan diterpa banjir karena hujan deras. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
MENANAM : Sejumlah petani di Kendal menamam padi. Mereka khawatir akan diterpa banjir karena hujan deras. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)
MENANAM : Sejumlah petani di Kendal menamam padi. Mereka khawatir akan diterpa banjir karena hujan deras. (BUDI SETYAWAN/RADAR SEMARANG)

KENDAL – Hujan deras yang mengguyur Kendal beberapa pekan terakhir membuat sejumlah petani was-was. Petani khawatir hujan deras akan mengakibatkan gagal panen musim tanam padi awal tahun ini. Karena curah hujan deras akan mengakibatkan banyak sawah yang kebanjiran. Praktis akan padi terendam banjir dan akan banyak tanaman padi yang mati.

Seorang petani di Cepiring, Kasmiah mengatakan sawah di daerah Cepiring rawan terhadap banjir. “Daerah sini saat puncak musim penghujan sudah dipastikan akan terkena dampak banjir. Memang pemukiman aman, tapi sawah akan terendam banjir,” katanya, Senin (16/2).

Pengalaman tahun lalu, banjir setinggi satu meter membuat ribuan hektar sawah terendam banjir. Tanaman padi ambruk dan petani banyak yang gagal panen. “Sebab kalau terendam banjir, padi akan rusak dan mati. Sehingga petani banyak yang gagal panen,” imbuhnya.

Apalagi saat ini, para petani baru mulai musim tanam. Jika sampai diterjang banjir maka akan banyak padi yang akan hanyut karena diterpa arus banjir. “Jika banjir menerjang sawah, maka bisa dipastikan petani akan merugi hingga ratusan juta rupiah,” jelasnya.

Hal senada dikeluhkan Muhammad Yatin, warga Cepiring lainnya. Ia mengatakan tahun lalu telah membuat separuh lebih padinya yang siap panen ambruk karena diterjang banjir. “Tahun lalu panen tinggal beberapa bulan lagi, tapi sudah teredam banjir, jadi tidak bisa diselamatkan lagi,” akunya.

Hujan yang deras memang membuat sejumlah sawah kebanjiran, namun tidak merobohkan tanaman padi. Sebab banjir hanya setinggai 40-50 senti meter saja di aera persawahan Juwiring. “Kalau tinggi, bisa hanyut semua tanaman padi karena baru beberapa pekan ditanam,” paparnya.

Hal yang sama dirasakan petani lain asal, Suyitno, menurutnya setiap kali musim penghujan ia harus melihat kondisi curah hujan yang memungkinkan untuk menanam lagi apa tidak. “Harus dijaga, sebab jika arus air tidak lancar maka banyak padi yang akan hanyut,” tuturnya. Ia berherap pemerintah bisa mengatasi banjir yang kerap melanda aera persawahan di Cepiring. Sehingga petani bisa tenang saat musim banjir dan optimis bisa memanen dengan hasil maksimal. (bud)