Ruddy Segera Disidang

169

KALIBANTENG – Kejaksaan Negeri Semarang (Kejari) Semarang telah melimpahkan berkas perkara kasus dugaan penyimpangan keuangan dan kredit fiktif di Kantor Unit Pengelolaan Cabang (UPC) Pegadaian Pasar Mangkang Cabang Kaliwungu, dengan tersangka Ruddy Supriatna Widjaja, Pegawai PT Pegadaian (Persero) Kanwil XI Semarang, ke Pengadilan Tipikor Semarang pada Jumat (13/2) lalu.

”Sudah dilimpahkan ke pengadilan Tipikor Semarang Jumat lalu, masih satu tersangkanya (Ruddy Supriatna Widjaja, Red), selaku kepala UPC Pegadaian Mangkang. Sebelumnya sudah dinyatakan P21 dalam berkas penyidik,” Kata Kepala Kejari Semarang, Asep Nana Mulyana, Senin (16/2) kemarin.

Asep mengatakan, proses persidangan masih menunggu jadwal penetapan dari majelis hakim. Penyidik dalam dakwaannya akan menjerat tersangka dengan Pasal 2, Pasal 3 dan Pasal 8 UU pemberantasan tindak pidana korupsi UU 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah UU 22 tahun 200.

Atas kasus itu, dari hasil audit perhitungan kerugian negara diketahui sekitar Rp 350 juta. Audit tersebut dilakukan oleh tim auditor pegadaian dari pihak internal Kanwil Pegadaian. ”Audit kerugian negara menggunakan auditor dari tim pengadilan langsung, yaitu audit inspektorat di kanwil,” sebutnya

Sementara itu, Heru Sungkowo, selaku Panitera Muda Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Tipikor Semarang membenarkan adanya pelimpahan berkas perkara kasus dugaan penyimpangan keuangan dan kredit fiktif itu. ”Benar Mas, kami sudah menerimanya dan berkasnya tercatat dalam nomor 32/ Pid.Sus-TPK/ 2015/ PN.Smg. Sidang perdana dijadwalkan pada Selasa (24/2),” kata Heru.

Heru menambahkan, atas pelimpahan itu telah ditetapkan majelis hakim pemeriksa perkaranya. ”Selaku ketua majelis hakim Anatacia Tyas Gen SH, dengan anggota Ari Widodo SH dan Agoes Prijadi SH,” sebut Heru.

Diketahui, modus yang dilakukan tersangka yaitu menggadaikan barang miliknya seolah milik nasabah untuk dijaminkan kredit. Faktanya, tidak pernah ada nasabah yang meminta kredit. Ada indikasi lain, tersangka membuat taksiran tinggi yang melebihi batas. Ada dugaan mark up beberapa kali lipat.

Tersangka diduga menyimpangkan laporan pembukuan dan melakukan krediti fiktif. Tersangka diketahui tidak membukukan seluruhnya keuangan di kantornya. Yaitu uang hasil jaminan BJDPL (Barang Jaminan Dalam Proses Lelang, Red) dari periode Januari-April 2014. Uang digunakan untuk kepentingan pribadinya. (mg21/zal/ce1)