Sugiatmo. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)
Sugiatmo. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)
Sugiatmo. (TAUFIK HIDAYAT/RADAR SEMARANG)

BATANG-Pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) keluar negeri, tidak lagi semudah tahun-tahun lalu. Pasalnya, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Batang, melakukan seleksi sangat ketat pada warga yang akan menjadi TKI di luar negeri.

“Rekomendasi dari Dinsosnakertrans tidak lagi mudah diperoleh, jika pemohon tidak memiliki tujuan yang jelas untuk menjadi TKI,” kata Kepala Bidang (Kabid) Pelatihan Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi (PPTKT), Dinsosnakertrans, Nursito,.

Dijelaskan bahwa TKI yang tidak tercatat di Dinsosnakertrans, namun langsung mendaftar melalui Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Jateng atau Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) mencapai 2.000 orang lebih. Bahkan jumlah TKI non prosedural atau ilegal yang tidak terdata, jumlahnya lebih besar lagi mencapai 3000-an.

“Saat ini, sudah ada kesepakatan antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten dengan kantor imigrasi. Bagi calon TKI yang ingin membuat paspor baru atau memperpanjang paspor, harus mendapatkan rekomendasi terlebih dahulu dari lembaga seperti Dinsosnakertrans,” jelas Nursito.

Sementara itu, Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Batang, Sugiatmo, Senin (16/2) kemarin menyarankan kepada warga yang hendak menjadi TKI, harus mengunakan jalur formal atau legal. Menurutnya, menjadi TKI bukan asal berangkat ke luar negeri, tapi harus menggunakan mekanisme resmi yang diatur pemerintah.

“Dengan menggunakan jalur legal, maka TKI yang bekerja di luar negeri akan memiliki kepastian. Termasuk ketika terjadi persoalan seperti kecelakaan atau meninggal dunia. Dan TKI yang mendapatkan asuransi adalah yang melalui jalur legal,” kata Sugiatmo.

Sugiatmo menandaskan, Dinsosnakertrans selama ini siap memberikan pelayanan kepada warga Batang yang ingin pergi menjadi TKI melalui jalur legal. Namun, warga harus berusaha datang ke Dinsosnakertrans atau melalui prosedur yang ada dan tidak diwakilkan. “Warga Batang yang ingin menjadi calon TKI, harus diseleksi ketat agar ketika menjadi TKI benar-benar legal,” tandas Sugiatmo. (thd/ida)