Wulandari Wahyuningsih. (DOK/RADAR KEDU)
Wulandari Wahyuningsih. (DOK/RADAR KEDU)
Wulandari Wahyuningsih. (DOK/RADAR KEDU)

MAGELANG – Penjualan kondom bisa ditemui secara bebas di minimarket. Bahkan tak jarang alat kontrasepsi ini dipajang dekat kasir atau lokasi yang mudah digapai. Kondisi ini membuat risih sejumlah warga.

“Memang sih ada beberapa minimarket yang majang kondom di dekat kasir, tapi rasanya kok kurang pas ya,” tutur Eny, warga Magelang yang kerap berbelanja di minimarket.

Mudahnya membeli kondom membuat Eny khawatir dengan perkembangan kehidupan para remaja. Anak-anak muda bisa terjerumus dalam pergaulan bebas setelah dengan mudah mendapatkan kondom.

“Ya semoga saja tidak membuat anak-anak muda makin terjerumus karena kemudahan itu,” katanya.

Badan Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPKB) Kota Magelang mengungkapkan penjualan kondom di minimarket bersifat legal. Sebab, barang tersebut merupakan salah satu pencegahan penularan HIV-AIDS. “Kondom itu barang yang dijual resmi kemudian dipromosikan,” jelas Kepala BPMPKB Wulandari Wahyuningsih, kemarin.

Ia mengakui, tak ada larangan penjualan kondom. Hanya saja penggunaan kondom tetap diawasi. “Yang mengawasi pemakaian kondom adalah kader keluarga berencana (KB), petugas lapangan keluarga berencana (PLKB), dan Sub Pembantu Pembina KB Desa (Sub PPKBD),” tandasnya.

Menurut Wulan, memajang kondom di etalase kasir sah-sah saja. Toh, pihak minimarket sudah mengetahui konsumen yang diperkenankan membeli. “Kalau kelihatan pelajar masih pakai seragam atau kelihatan anak-anak tapi mau beli kondom, saya kira minimarket maupun supermarket yang sudah berhubungan dengan kami (BPMPKB, red), akan menyarankan ke tempat kami untuk mendapatkannya,” jelasnya. Dalam upaya mengendalikan seks remaja, selain sosialisasi, pihaknya juga membentuk Pusat Informasi Konseling Reproduksi Remaja (PIKRR).

Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Magelang, Isa Ashari menuturkan, selayaknya pengusaha memperhatikan daerah di mana mereka berjualan. Baginya, akan lebih etis jika kondom tidak di-display di depan kasir secara vulgar. “Kondom itu dijual, tapi secara etika harus ditata (penempatannya),” ungkapnya. (put/ton)