Komposisi 4-4-2 Jadi Alternatif

206
PERLU EVALUASI: Noor Hadi, andalan baru PSIS di lini depan, masih belum mampu tampil optimal saat PSIS berujicoba melawan Persis Solo di Stadion Manahan (15/2). Selain itu pelatih M Dofir masih belum menemukan komposisi yang pas sehingga. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)
PERLU EVALUASI: Noor Hadi, andalan baru PSIS di lini depan, masih belum mampu tampil optimal saat PSIS berujicoba melawan Persis Solo di Stadion Manahan (15/2). Selain itu pelatih M Dofir masih belum menemukan komposisi yang pas sehingga. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)
PERLU EVALUASI: Noor Hadi, andalan baru PSIS di lini depan, masih belum mampu tampil optimal saat PSIS berujicoba melawan Persis Solo di Stadion Manahan (15/2). Selain itu pelatih M Dofir masih belum menemukan komposisi yang pas sehingga. (BASKORO S/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Laga uji coba PSIS Semarang versus Persis Solo di Stadion Manahan (15/2) kemarin membuat tim pelatih PSIS harus kembali memutar otak untuk menemukan kekuatan terbaik timnya sebelum bertarung di kompetisi Divisi Utama mendatang.

Head coach tim berjuluk Mahesa Jenar M Dofir mengatakan, pihaknya belum menemukan ramuan terbaik timnya sehingga di laga uji coba versus Persis yang berakhir imbang 1-1 kemarin banyak celah di tim yang harus dia evaluasi.

Secara komposisi, tim pelatih PSIS belum menemukan komposisi terbaik. Terutama di lini tengah, dua gelandang bertahan dan dua winger yang digunakan PSIS belum mampu tampil maksimal mendobrak pertahanan lawan. “Itulah sebenarnya tujuan kami untuk menggelar laga uji coba, kami jadi tahu mana saja pos yang masih harus diperbaiki. Dan memang hingga saat ini kami belum menemukan ramuan yang terbaik,” terang Dofir.

Di lini tengah, tim pelatih Mahesa Jenar masih mencari komposisi terbaik dari 10 gelandang yang saat ini mereka miliki yaitu M Yunus, Edyanto, Bakori Andreas, Indra Setiawan, Rizky Yulian, Yogi Ardianto, Elmirio Andrestani, Yudha Pramana, Achmad Agung (magang) dan Dani Raharjanto (magang). “Kalau M Yunus sudah in sejak awal dia bergabung. Namun untuk di pos gelandang bertahan dan gelandang sayap kami masih mencari komposisi terbaik, ya mudah-mudahan ada perkembangan baik,” lanjut Dofir.

Solusi lain, pelatih yang juga pernah berkostum PSIS itu mengatakan juga tengah berfikir mengenai formasi alternatif diluar pakem mereka yaitu 4-2-3-1. Dofir mengatakan, formasi 4-4-2 menjadi formasi yang tengah dia lirik untuk diterapkan kepada anak-anak PSIS. “Mungkin tidak frontal perubahannya, hanya memang saat ini kami sedang mencari format terbaik untuk PSIS karena target kami di kompetisi mendatang tim harus benar-benar siap tidak ada istilahnya coba-coba,” tegasnya.

Sementara setelah melakoni laga uji coba tandang pertama versus Persis Solo yang berakhir imbang 1-1 kemarin, PSIS akan kembali melakoni laga uji coba versus tim berjuluk Laskar Sambernyawa itu.

Namun di laga uji coba lanjutan, Fauzan Fajri dkk akan menjamu Persis Solo di Stadion Jatidiri Semarang Sabtu (21/2) mendatang. Di uji coba akhir pekan nanti Dofir berharap performa timnya bisa lebih baik disbanding pertemuan pertama kemarin. “Kami juga berharap pemain-pemain yang masih cidera seperti Ega Rizky dan Edyanto sudah bisa diturunkan, sehingga kami bisa segera mendapatkan kekuatan terbaik,” pungkas M Dofir kemarin. (bas/smu)