Ketua PBNU Sambut Baik Kemenangan BG

214

DEMAK – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Prof Dr KH Said Aqil Siraj menyambut baik kemenangan Komjen Pol Budi Gunawan (BG) dalam sidang praperadilan kemarin. Kiai Said percaya bahwa keputusan pengadilan sudah sesuai dengan nurani hakim PN Jakarta Selatan (Jaksel). “Tentu semua itu sudah berdasar hasil pertimbangan yang ada. Yang jelas, kalau saya sendiri, setuju atau tidak setuju tidak ada pengaruhnya. Semua terserah persiden. DPR saja setuju,” kata Said Aqil disela berkunjung dan peletakan batu pertama di RSI NU Demak, Desa Jogoloyo, Kecamatan Wonosalam, kemarin.

Kiai Said juga menegaskan, bahwa perkara yang dialami BG harus tetap mengedepankan asas hukum praduga tak bersalah. Karena itu, hasil keputusan praperadilan tersebut mestinya tetap dihormati. Meski demikian, Said Aqil dalam tausiyahnya dihadapan warga Nahdliyyin juga mengingatkan, apapun kebijakan yang diambil pemerintah harus tetap mendasarkan pada kemaslahatan rakyat. Kalau tidak, jangan coba-coba memutuskan kebijakan, nanti bisa kualat. “Yang diselamatkan itu lembaga KPK. Kalau pejabat KPK itu bukan malaikat,” imbuhnya.

Terkait makin menguatnya gerakan Islamic State (IS) atau Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS) diberbagai negara di Timur Tengah, Said Aqil meminta pemerintah Indonesia ikut mewaspadai aksi ISIS tersebut. Sebab, warga Indonesia yang sudah bergabung dengan ISIS sudah mencapai 514 orang. Dari jumlah itu, 6 orang sudah meninggal atau tewas. Perekrut warga yang gabung dengan ISIS itu adalah Salim bin Mubarok At Tamimi alias Abu Jandal asal Pasuruan, Jawa Timur. “Dia itu (Abu Jandal) yang menentang TNI dan Banser,”ujarnya.

Kang Said mengingatkan, bahwa dalam gerakannya, ISIS telah berhasil atau suskes mencemarkan nama baik Islam didunia daripada yang dilakukan pihak lain. “Mereka berhasil menjelekkan nama Islam. Lebih berhasil dari upaya pihak lain yang non muslim,”katanya. ISIS yang mengaku Islam hanya mendengungkan persoalan Syariat namun mengabaikan akhlak. “Saya meyakini bahwa Allah tidak ridlo pada ISIS ini. Aksi mereka sangat biadab. 17 warga muslim Kurdi di Irak dan pilot Jordania dibakar hidup-hidup. Mereka juga menembak kaum Syiah baik laki-laki, perempuan maupun anak-anak,” tambah Kiai Said menggambarkan kekejaman ISIS.

Menurutnya, ISIS muncul setelah terbunuhnya tokoh Al Qaeda Usamah bin Laden. Kiai Said dalam kesempatan itu juga merasa prihatin dengan gejolak perang saudara yang hingga kini terus berlangsung di wilayah Timur Tengah. Tidak habis pikir. Dinegara dimana banyak ulama’nya tersebut justru sulit akur atau bersaudara. Mereka mudah tersulut perang saudara. Disinilah PBNU turut berperan untuk menjadi juru damai bagi mereka. “Kita jalankan misi Islah Baina Nash,” tambahnya.

PBNU sudah berupaya mempertemukan para pihak yang bertikai di Afganistan. PBNU sudah mempertemukan mereka 4 kali, termasuk di Istanbul Turki. Bahkan, 30 mahasiswa asal Afganistan kini sedang kuliah di Unwahas Semarang. Kita juga pertemukan antara kaum Sunni dan Syiah di Iraq. “Atas prakarsa ini, saya sebagai Ketua PBNU tercatat nomor 17 oleh World Global Peace sebagai pihak yang punya andil dalam perdamaian dunia,” tambah Said Aqil Siraj. Hadir dalam kesempatan ini, Ketua PCNU Demak KH Musadad Syarif, Bupati Demak Dachirin Said dan Direktur RSI NU dr Abdul Aziz. (hib/fth)