LATIHAN KERAS: Para taekwondoin Jateng saat berlatih di dojang baru di Jatidiri, sore kemarin. (NUR CHAMIM/RADAR SEMARANG)
LATIHAN KERAS: Para taekwondoin Jateng saat berlatih di dojang baru di Jatidiri, sore kemarin. (NUR CHAMIM/RADAR SEMARANG)
LATIHAN KERAS: Para taekwondoin Jateng saat berlatih di dojang baru di Jatidiri, sore kemarin. (NUR CHAMIM/RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Tim Taekwondo Jateng terus menempa diri menyongsong Pra PON 2015 mendatang. Hasil beberaap pertandingan, termasuk yang terakhir Kejurda Desember 2014 lalu, menjadi bahan evaluasi pelatih untuk menggojlok para taekwondoin Jateng dalam Pelatda.

Salah satu pelatih Taekwondo Jateng Dereck Afsa menjelaskan, pemusatan pelatihan sengaja dimajukan agar para atlet benar-benar siap tempur pada Pra PON sebagai babak kualifikasi PON di Jabar 2016 mendatang. Hingga saat ini, materi pelatihan yang diberikan masih sebatas persiapan umum lantaran belum ada kepastian jadwal pra PON.

“Tapi sementara ini program pelatihan diubah menjadi pra pertandingan untuk menghadapi kompetisi Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cup di Bali, 27 Februari-1 Maret mendatang. Ajang tersebut bisa jadi sebagai pemanasan, sekaligus jadi bahan evaluasi pelatih sebelum menuju Pra PON,” ungkap Dereck.

Di ajang nasional tersebut, Jateng akan menurunkan atlet-atlet andalan. Yaitu 9 atlet senior dan 2 junior di nomor kyorughi (bertarung), dan lima taekwondoin di Poomsae (jurus). Pihaknya berharp daerah-daerah lain juga menurunkan atlet-atlet nomor satu mereka agar hasil dari pertandingan itu bisa untuk eveluasi mematangkan persiapan Pra PON.

Di nomor kyorughi, pelatda didominasi nama-nama baru. Namun Dereck optimistis Jateng mampu menggondol gelar juara umum di GWK Cup tersebut. Apalagi, sejak datangnya pelatih baru dari Korea Selatan Sim Woo Jin, taekwondoin Jateng banyak perubahan. Mereka jadi punya teknik baru. “Sejak Sim Woo Jin mulai melatih, para atlet jadi punya percaya diri tinggi. Disiplinnya juga meningkat drastis. Tapi secara hasil, belum terlihat karena belum diterjukan di kompetisi,” cetusnya.

Ketika disinggung mengenai target PON, Dereck belum berani mematok sebelum tahu hasil pra PON. Yang jelas, akan menurunkan full tim dan berharap bisa lebih baik dari PON sebelumnya.

Sementara itu, Pelatih Poomsae Siti Rohmah menuturkan, masih banyak yang harus dibenahi di nomor jurus. Dari power, kuda-kuda, dan keluwesan gerakan. “Pasalnya, ketiga poin tersebut punya skor yang cukup besar. Jika salah satu masih lemah, pasti nilai yang diberikan juri akan jeblok. Sementara di faktor akurasi, agaknya sudah oke,” jelasnya. (amh/smu)