Direktur RSJD Bantah Tolak TPP

204

SEMARANG–Direktur Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Dr Amino Gondohutomo Semarang, Sri Widyayati membantah jika dirinya pernah mengatakan bahwa tujuh rumah sakit di Jawa Tengah menolak tambahan penghasilan pegawai (TPP). Ia mengklarifikasi bahwa pemberitaan yang beredar selama ini tidaklah benar.

“Saya tegaskan bahwa saya tidak pernah membuat pernyataan seperti itu. Saya akan selalu patuh dan mengikuti kebijakan yang akan dan telah diambil oleh gubernur,” ujarnya, kemarin.

Sri menjelaskan, selaku aparatur di bidang kesehatan pihaknya tetap mempunyai kewajiban untuk memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik kepada masyarakat. “Apapun kebijakannya adalah dalam hal kesejahteraan pegawai,” imbuhnya.

Dengan pernyataan tersebut, Sri berharap masalah ini tidak dipolitisasi dan menjadi polemik di masyarakat. Sehingga akan menganggu konsentrasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Saya yakin gubernur akan mengambil kebijakan yang terbaik bagi Jawa Tengah,” tegasnya.

Sebelumnya, muncul pemberitaan di sejumlah media yang menyatakan bahwa Sri mengungkapkan ada tujuh RS milik Pemprov Jateng menolak kebijakan gubernur tentang TPP. Sebab, patokan TPP dianggap terlalu kecil bagi dokter spesialis. Oleh karenanya, para dokter meminta tambahan uang jasa pelayanan medis.

Tujuh RS yang dimaksud adalah RSJD Dr Amino Gondohutomo Semarang, RSJD Kota Solo, RSJ Soejarwadi Klaten, RSUD Dr Moewardi Solo, RSUD Dr Margono Pati, RSUD Tugurejo Semarang dan RSUD Kelet, Jepara.

Terhadap pemberitaan tersebut, Gubernur Ganjar Pranowo menyatakan belum pernah mendapat keluhan tujuh rumah sakit terkait TPP. Menurutnya, persoalan uang memang krusial. Namun, ia berharap jangan sampai ada yang diteriakkan para dokter menjadi sentimen negatif di masyarakat.

“Di saat pemerintah menggenjot perbaikan pelayanan kesehatan di seluruh instansi Pemprov Jateng, malah para dokter teriak-teriak soal uang pelayanan,” terangnya.

Ganjar meminta, jika ada yang masih keberatan dengan kebijakan tersebut dapat langsung menyampaikan kepadanya. Sehingga dapat dipikirkan dan dikaji langkah selanjutnya.

“Ketika RS Dr Moewardi mengajukan, saya telah menyampaikan untuk diberikan usulan detail. Saya minta mereka mengkaji sistemnya, cara hitungnya, dan juga besarannya. Saat ini masih dilakukan pengkajian,” tandasnya. (fai/ida)