Bupati Mundjirin Tetapkan Lima Desa Rempah

162
TANAM REMPAH : Bupati Semarang Mundjirin dan Dirut PT Sidomuncul Irwan Hidayat menanam tanaman rempah-rempah jenis sirih. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
TANAM REMPAH : Bupati Semarang Mundjirin dan Dirut PT Sidomuncul Irwan Hidayat menanam tanaman rempah-rempah jenis sirih. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)
TANAM REMPAH : Bupati Semarang Mundjirin dan Dirut PT Sidomuncul Irwan Hidayat menanam tanaman rempah-rempah jenis sirih. (PRISTYONO/RADAR SEMARANG)

BERGAS-Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Pemkab Semarang bekerjasama dengan PT Industri Jamu dan Farmasi Sidomuncul meresmikan Lima Desa Rempah di Kabupaten Semarang. Adalah Desa Bergas Kidul, Desa Diwak, Kelurahan Karangjati, Ngempon Kecamatan Bergas, dan Kelurahan Klepu Kecamatan Pringapus.

Bupati Semarang, Mundjirin, berharap pencanangan atau peresmian desa rempah tersebut akan meningkatkan kesejahteraaan. Sebab, petani tidak hanya mengandalkan sumber kehidupan pada tanaman holtikultura, tetapi rempah atau empon-empon juga. Kendati lebih prospektif karena ada pabrik yang menyerap hasil petani, namun para petani diharapkan tetap menanam padi.

“Paling tidak, pencanangan desa rempah ini sekaligus untuk memaksimalkan lahan kurang produktif dengan sistem tumpang sari,” kata Bupati dalam acara pencanangan desa rempah yang digelar di area Pasar Kuliner Dusun Kemloko Desa Bergas Kidul Kecamatan Bergas Kabupaten Semarang, Senin (16/2) kemarin.

Dijelaskan, pencanangan tersebut merupakan lanjutan dari sebelumnya di Desa Gondoriyo Kecamatan Bergas yang sudah dicanangkan sebagai desa rempah. Harapan, semakin banyak wilayah yang dijadikan Desa Rempah oleh Sido Muncul. “Pemkab Semarang siap membantu tenaga untuk melatih keterampilan dan membantu alat pendukung untuk kelompok tani,” kata Bupati.

Menurutnya, jika masyarakat konsisten dalam memaksimalkan usaha, maka perekonomian akan meningkat. Apalagi perusahaan jamu tidak hanya memberikan bibit tanaman obat, melainkan pembinaan untuk mereka. Selain itu, ada spesifikasi tanaman per desa sehingga akan lebih bagus dalam tataniaga.

Sementara itu Dirut PT Sido Muncul, Irwan Hidayat mengatakan bahwa pencanangan desa rempah dapat memaksimalkan lahan lebih produktif yang ada di Kabupaten Semarang. Ke depan, petani tidak hanya menanam, melainkan mengolah menjadi bahan baku setengah jadi. Seperti mengolah pengeringan rempah atau memotongi sehingga menjadi bahan siap olah pabrik.

“Dengan kegiatan, ada sinergi saling menguntungkan antara petani dan perusahaan. Rencananya akan dibuka lagi desa rempah di Pringapus dan Ungaran Timur. Targetnya minimal ada lima desa lagi di sepanjang tahun ini untuk Kabupaten Semarang. Pencanangan ini adalah niat tulus kami untuk membantu peningkatkan kesejahteraan perekonomian masyarakat,” ungkap Irwan. (tyo/ida)