Bawa Sabu-Sabu, Ajak Duel Polisi

130

MUGASSARI – Seorang atlet taekwondo tertangkap membawa paket narkotika jenis sabu-sabu. Ironisnya, saat akan ditangkap, sang pendekar tersebut malah mengajak duel polisi. Dua penyidik dari Direktorat Narkoba Polda Jateng sempat terkena pukulan tangan kosong, sebelum akhirnya berhasil diringkus.

Tersangka diketahui bernama Edy Hari Arwando alias Andik, 53, warga Dukuh Bercak RT 1 RW 3, Kelurahan Blondo, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang. ”Tersangka sempat melawan petugas. Tapi akhirnya berhasil kami tangkap dan dibawa ke Mapolda Jateng bersama barang bukti,” kata Direktur Reserse Narkoba Polda Jateng, Kombes Pol N Simbolon kepada Radar Semarang, Senin (16/2).

Dikatakan Simbolon, penangkapan tersebut dilakukan pada Kamis (12/2) sekitar pukul 14.40 lalu di rumahnya. Saat itu, ada lima petugas Polda Jateng yang melakukan penggerebekan. Rombongan petugas langsung merangsek masuk ke rumah tersebut untuk melakukan penggeledahan. ”Di dalam saku celana yang dikenakan tersangka ditemukan barang bukti berupa 1 kotak plastik tempat rokok berisi 2 paket sabu-sabu,” ujarnya.

Selain itu, petugas juga berhasil menyita 1 paket klip plastik berisi ganja siap edar dan 2 paket sabu-sabu plastik klip kecil disembunyikan di celana jins tersangka yang digantung di kamar. ”Total barang bukti sabu yang berhasil kami sita seberat kurang lebih 13 gram,” katanya.

Barang bukti yang lain adalah 1 ponsel Nokia tipe 112 warna hitam hijau, 2 buah buku tabungan BCA, dan 1 ponsel Nokia tipe 2700 C warna putih hitam. Namun demikian, hingga digelandang di Mapolda Jateng dan menjalani pemeriksaan, Edy tetap bersikukuh tidak mengakui sabu-sabu tersebut miliknya. ”Padahal barang bukti itu ditemukan di celana yang dikenakan, tersangka tidak mengakui,” ujarnya.

Dijelaskan, pihak penyidik tetap menghargai apa pun pengakuan tersangka. Namun di hadapan hukum yang berbicara adalah barang bukti. ”Berdasarkan temuan barang bukti itu, dia sudah kami tetapkan sebagai tersangka,” kata Simbolon.

Pihaknya mengaku masih terus melakukan pengembangan penyelidikan, termasuk untuk mengusut dari siapa tersangka mendapatkan barang haram tersebut. Hasil pemerksaan, diketahui bahwa tersangka merupakan seorang residivis kasus narkoba yang ditangani oleh Polresta Jogjakarta pada 2010 silam.

Tersangka juga telah menjalani proses kurungan selama 4 tahun 2 bulan penjara di Lapas Grasia Jogjakarta. Pada 2013, Edy Hari Arwando menerima pembebasan bersyarat. ”Tersangka sudah ditahan di tahanan Mapolda Jateng untuk menunggu proses lebih lanjut,” ujarnya.

Dalam kasus kali ini, tersangka kembali dijerat pasal 112 ayat (2) jo pasal 111 ayat (1) dan pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Edy terancam hukuman 20 tahun penjara atau maksimal seumur hidup. (amu/aro/ce1)